SULUTTIMES.COM, Bitung — Kepala sekolah Dra. Adolfien Wakkari, M.Pd SDN Inpres 6/84 Walehunian Sagerat, terkait pembelajaran PTM Terbatas di sekolah sesuai protokol Kesehatan.
Ketika di wawancarai awak media terkait PTM Terbatas tetap mengacu ke aturan Pemerintah tentang penerapan Prokes di sekolah dari Kepala Dinas Eugenie N Mantiri, Selaku Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Bitung, di ruangannya, Rabu (27/10/2021).
Wakkari, mengatakan tetap sekolah kita harus mendukung dan menerapkan aturan yang berlaku oleh pemerintah untuk mendorong pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, dengan ini tetap menjalankan protokol kesehatan, “terang Wakkari.
Kepala Sekolah adalah guru yang diberikan tugas tambahan untuk memimpin suatu sekolah yang diselenggarakan proses belajar-mengajar atau tempat terjadi interaksi antara guru yang memberi pelajaran dan murid yang menerima pelajaran.
Terkait peningkatkan serta memberikan pembelajaran yang maksimal terhadap siswa didik tentunya sekolah wajib di utamakan sehingga program wajib belajar dapat terlaksanakan dengan baik.
Inilah sepintas kata Kepala Sekolah SDN Walehunian Kota Bitung Dra. Adolfien Wakkari, M.Pd kepada awak media, di sela-sela kesibukan diruangannya, saat ditanya mengenai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas dirinya menyampaikan.
Jumlah murid yang berada di sekolah kurang lebih 360an siswa jadi untuk pembelajaran PTM Terbatas hanya dua sesi yang dilakukan disekolah SDN Inpres Walehunian Sagerat dia mengatakan.
“Pertama jam 08 pulang jam 09 15 kemudian sesi kedua 10 pulang jam 11,15 kalau mereka sudah mengerti dalam hal ini maka tidak akan terjadi penumpukan karena dengan penerapan ini ada rentan waktu yang sudah di atur,” sebut Wakari.
Lebih lanjut lagi, ‘Saat ini kegiatan wajib belajar, PTM terbatas dilaksanakan secara tatap muka dia menyebutkan, “Dengan tatap muka terbatas ini dilakukan sampai dua sesi, sesi pertama 50% ke dua juga 50% disetiap kali pembelajaran, “ujarnya.
Penerapan protokol kesehatan di sekolah SDN Inpres 6/84 Walehunian Kota Bitung dia mengatakan, “Ini sudah disosialisaikan, tetap mengacu ke protokol kesehaatan pertama memakai masker, masuk ke sekolah ukur suhu rubuh, mencuci tangan, menjaga jarak, dalam pembelajaran kita sudah atur tempat duduknya dengan menjaga jarak selama dalam pembelajaran,” terang Wakari.
Harapan saya semoga tatap muka ini akan berlangsung terus, dan corona ini akan berlalu, agar anak-anak akan belajar secara opjektif, secara baik dan bisa mengerti apa yang diterima diharapkan juga akan kembali seperti sedia kala,” tutupnya.
Ferry.M
























Komentar