Suluttimes.com, AIRMADIDI – Pengurus Pusat (PP) Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) menggelar Indonesia Water and Wastewater Expo dan Forum (IWWEF) 2023 bertempat di Hotel Bidakara, Jakarta.
Diketahui, PERPAMSI kini sangat konsisten, mendorong inovasi dalam pengelolaan air minum yang lebih baik.
Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda, SE MAP MM MSi didampingi Dirut PDAM Minut Roland Maringka hadir dalam kegiatan IWWEF yang dibuka Wakil Presiden Indonesia (Wapres) Ma’ruf Amin, yang akan berlangsung selama dua hari, Selasa – Kamis (08/06/23).
Wapres Ma’ruf Amin berharap forum ini akan menjadi media tukar pengetahuan dan pengalaman serta kolaborasi untuk ketersediaan air minum dan sanitasi yang layak.
Di kesempatan itu, Wapres ikut memaparkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), sebanyak 7 dari 10 sumber air rumah tangga tercemar limbah. Bahkan, kelangkaan air bersih dan sanitasi juga menyertai daerah dengan tingkat kemiskinan tinggi.
“Kelangkaan air bersih dan sanitasi yang layak juga kerap menyertai daerah yang tingkat kemiskinan dan ketimpangannya tinggi. Jika kondisi ini tidak segera diubah, maka yang dikorbankan adalah generasi masa depan,” sebut Ma’ruf Amin melanjutkan,
Penyediaan air bersih serta sanitasi yang layak tidak dapat ditawar. Apalagi dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024, pemerintah menargetkan 100% rumah tangga memiliki akses air minum layak pada 2024, termasuk 15% akses air minum aman, dan 30% akses air minum perpipaan.
“Pada tahun 2022 lalu, akses masyarakat ke sumber air minum layak mencapai 91%, akses air minum aman 11,8%, dan akses air minum perpipaan baru menjangkau 20,69%, sehingga masih terdapat celah yang signifikan dalam pencapaiannya,” terangnya.
Selain itu, juga diingatkan tidak hanya persoalan air bersih, RPJMN juga mengamanatkan terwujudnya 90% akses sanitasi layak, termasuk di dalamnya 15% rumah tangga memiliki akses sanitasi aman, dan penurunan angka defekasi di tempat terbuka hingga 0% pada akhir 2024.
“Pencapaian akses air minum dan sanitasi sesuai target RPJMN tersebut akan mendukung percepatan tujuan ke-6 pencapaian SDGs di tahun 2030, yakni air bersih dan sanitasi layak yang berkelanjutan bagi semua,” kuncinya.
Sementara Bupati Joune Ganda menegaskan bahwa kebijakan pemerintah pusat menjadi perhatian serius yang akan mendorong dan ditindaklanjuti seluruh Pemerintahan di daerah, termasuk di Kabupaten Minahasa Utara (Minut). (dw/st)
























Komentar