Bupati Joune Ganda Optimis Iklim Investasi di Minut Bakal Lampaui Target, Trend Positif 2026

Suluttimes.com, AIRMADIDI – Iklim investasi di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dalam tiga tahun terakhir menunjukkan trend positif, bahkan pertumbuhan melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat.

Capaian ini semakin memperkuat posisi Minut sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi utama di Sulawesi Utara, bahkan cukup diperhitungkan di tingkat nasional.
Sebut saja, realisasi Investasi Triwulan pertama di tahun 2026 mencapai Rp779.180.472.263 atau 39,95 persen dari target investasi tahun 2026 sebesar Rp1.950.000.000.000.

Hal ini disebutkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Minut, Richard J.H. Dondokambey, SSTP, MAP.

“Capaian ini tak lepas dari arahan dan kebijakan pak Bupati Dr Joune Ganda SE, MAP, MM, MSi bersama Wakil Bupati Kevin William Lotulung SH MH yang terus mendorong pelayanan prioritas berbasis digital, profesional, akuntabel, serta bebas pungli bagi para pelaku usaha dalam seluruh proses administrasi,” sebut Richard Dondokambey kepada sejumlah wartawan, Selasa (05/05/26).

Baca Juga  Ribuan Warga Antusias Sambut Kehadiran Presiden Jokowi di Pasar Airmadidi, Minut

“Meski di tengah ketidakpastian ekonomi global, termasuk dampak kebijakan efisiensi anggaran, geliat investasi di daerah ini mengalami pertumbuhan yang signifikan,” lanjutnya.

Target investasi yang ditetapkan pemerintah pusat, Kementerian Investasi/BKPM melalui Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara untuk Kabupaten Minahasa Utara pada tahun 2025 dan 2026 sama, yakni sebesar Rp1,95 triliun.

Dibeberkan perihal lima sektor usaha penyumbang terbesar realisasi investasi pada triwulan pertama tahun 2026, yakni sektor pertambangan sebesar Rp429.976.888.082, listrik, gas dan air Rp141.896.532.383, hotel dan restoran Rp75.532.597.000, industri makanan Rp42.128.495.828, serta sektor perumahan, kawasan industri dan perkantoran sebesar Rp38.725.382.686.

Ia memaparkan, total proyek Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA) pada TW I Tahun 2026 mencapai 530 proyek, terdiri dari 437 proyek PMDN dan 93 proyek PMA.
Sementara untuk menyerapan tenaga kerja mencapai 773 orang, terdiri dari 474 Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dan 299 Tenaga Kerja Asing (TKA).

Baca Juga  PMI Minut Gelar Vaksinasi, Donor Darah, dan Pemeriksaan Mata Disaksikan PMI Pusat (IFRC) dan USAID

Ia menambahkan, perihal aktivitas PMA antara lain Singapura sebesar Rp435.617.086.136, Hongkong RRT Rp10.960.881.137, dan Republik Rakyat Tiongkok sebesar Rp4.630.967.936.

“Capaian investasi Minut dalam tiga tahun terakhir menunjukkan tren positif, bahkan pertumbuhan melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat,” tambahnya.

Tak heran, BupatiJoune Ganda memberikan apresiasi atas capaian ini sangat menjanjikan.
Realisasi tersebut dinilai menjadi gambaran bahwa Kabupaten Minahasa Utara menjadi salah satu daerah yang masih dilirik investor dalam maupun luar negeri.

“Capaian ini semakin memperkuat posisi Minahasa Utara sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi utama di Sulawesi Utara, bahkan cukup diperhitungkan di tingkat nasional,” sebut Sekjen APKASI.

Bupati mengakui, realisasi ini didukung oleh stabilitas iklim usaha dan kemudahan pelayanan melalui instansi terkait seperti DPMPTSP yang telah terpusat di Mal Pelayanan Publik (MPP).
Keberadaan MPP, lanjut Bupati, menjadi langkah strategis pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan investasi karena seluruh proses perizinan dan administrasi dapat dilakukan secara cepat dan terintegrasi di satu tempat.

Baca Juga  82 Orang Daftar Panwascam Minut

“Saya optimistis realisasi investasi tahun 2026 akan capai target bahkan bisa over seperti dua tahun sebelumnya. Kabupaten Minahasa Utara akan terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi serta penyerapan tenaga kerja,” ujar Bupati sembari mengingatkan seluruh jajaran terkait agar terus memberikan kemudahan pelayanan kepada para investor yang masuk ke Minahasa Utara. Hindari sistem birokrasi yang rumit dan tindakan pungli yang justru akan menghambat investasi. (dw/st)

(Visited 27 times, 1 visits today)

Komentar