DPPKB Minahasa Utara Mengikuti Rapat Telaah 2022

Suluttimes.com, AIRMADIDI – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Minahasa Utara mengikuti Rapat Telaah Tengah Tahun 2022 terkait Program Bangga Kencana dan Percepatan Penurunan Stunting yang di gelar oleh Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Sulawesi Utara di Hotel Sintesa Peninsula, Rabu 7 September September 2022.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi UtaraIr.Diano Tino Tandaju.M.Erg, dalam sambutannya mengatakan bahwa Pelaksanaan Program pada semester pertama tahun 2022 mengalami beberapa kendala, sehingga penyerapan anggaran tidak dapat dilaksanakan secara optimal.Hal ini mengindikasikan tidak optimal pelaksanaan kegiatan pendampingan calon pengantin, ibu hamil dan pasca persalinan didesa, surveilans Stunting di tingkat desa, mini lokakarya kecamatan, audit kasus Stunting dan pencetakan form data keluarga beresiko Stunting sebagai pemetaan keluarga yang beresiko Stunting yang terupdate.Sebagai Pimpinan Perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Utara mengharapkan agar melalui kegiatan ini dapat mengakselerasi pelaksanaan program dan anggaran serta menetapkan langkah-langkah strategis dalam meningkatkan capaian kinerja BKKBN.

Baca Juga  Pemprov Sulut dan Pemkab Minahasa Bersinergi Selamatkan Danau Tondano

Dalam rapat tersebut, Kadis Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Minahasa Utara Drs Sem Tirayoh menyampaikan bahwa pihaknya hadir di kegiatan mini lokakarya di salah satu desa lokus stunting yaitu Desa Talawaan Atas Kecamatan Wori yang memiliki 18 kasus anak stunting.

Untuk menangani kasus stunting ini diberikan makanan bergizi oleh ahli gizi selama 3 bulan yang diberikan untuk makan pagi, siang, malam serta snack dan buah di Balai Desa Talawaan Atas.

Pemberian makanan untuk stunting tersebut didanai melalui dana desa Talawaan Atas Tahun Anggaran 2022 sebesar Rp. 90.000.000,-.

Setelah pemberian makanan bergizi selama 3 bulan itu menghasilkan 15 anak lulus stunting, namun terdapat 3 anak tidak lulus stunting karena tidak hadir dalam pemberian makan di Balai desa dan ada juga sudah dikunjungi ke rumah tapi tetap tidak hadir.

Baca Juga  SGR Sambangi Desa Watudambo dan Warga Perum SBY

Secara terpisah Kabid Keluarga Sejahtera Dan Pemberdayaan Keluarga DPPKB Minut Helena Karundeng mengatakan untuk mempertahankan anak yang sudah lulus stunting, maka orang tua dihimbau untuk tetap memberikan makanan bergizi dan rajin membawa ke posyandu sehingga bisa memantau perkembangan anak.

Sementara untuk menjaga tidak terjadinya anak stunting baru, bagi calon pengantin makan makanan bergizi dan sehat agar ketika hamil badan sehat tidak sakit-sakitan dan menjaga kehamilan serta rajin ke posyandu agar perkembangan janin terpantau baik.(dw/st)

(Visited 32 times, 1 visits today)

Komentar