Suluttimes.com, AIRMADIDI – Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Pemkab Minahasa Utara, dr Jane Simon mengapresiasi PT. Meares Soputan Mining (MSM) yang peduli terhadap kesehatan masyarakat di wilayah lingkar tambang berlokasi di Kecamatan Likupang Timur (Liktim).
“PT. MSM sangat mensuport kegiatan Posyandu. Perusahaan pertambangan emas ini selain menyediakan beras fortivikasi (Fortivit) yang mampu mencegah kekurangan gizi pada anak, juga memberikan biskuit kelor notabene diproduksi kelompok binaan dari PT. MSM,” ujar dr Jane Simon saat tim Satgas Stunting melaksanakan kegiatan mini lokakarya di Kecamatan Likupang Timur, Rabu (23/11/22).
Mantan asisten I Pemkab Minut mengakui, penanganan Stunting merupakan masalah serta tanggung jawab bersama, ada pemerintah maupun pihak swasta.
Intervensi pihak PT. MSM tentunya sangat membantu percepatan penanganan kesehatan masyarakat, terlebih penyelesaian masalah stunting di wilayah Kecamatan Likupang Timur.
Sementara Ketua Satgas Stunting Minut, Denny Lalamentik menerangkan bahwa data pengukuran anak penderita Stunting dalam catatan DPPKB Minut berkisar 288 kasus di bulan Februari 2022. Kemudian pendataan bulan Agustus bertambah menjadi 313 kasus.
Dengan jumlah kasus yang ada, pihaknya gencar melakukan percepatan penanganan Stunting dengan turun langsung di setiap Kecamatan yang tersebar di Kabupaten Minahasa Utara.
“Dari data yang ada, sedikitnya 189 anak sudah tertangani dari 288 yang terdampak stunting. Namun pendataan bulan Agustus di tahun berjalan bertambah 313 kasus. Penambahan 214 kasus ini merupakan kasus baru,” terangnya.
Lalamentik berharap, penanganan stunting di setiap Kecamatan, agar para stakeholder yang ada di wilayah tersebut lebih peduli dengan masalah Stunting.
Seperti 40 kasus dialami balita, termasuk ibu hamil di Kecamatan Likupang Timur (Liktim). Ada bantuan stunting berasal dari CSR PT. MSM, sekaligus bersedia menjadi ayah asuh dari anak-anak beresiko Stunting.
“Pos anggaran penanganan Stunting minim, sehingga dialokasikan dari anggaran Dana Desa (Dandes), maupun intervensi pihak swasta,” tambah Ketua Satgas Stunting Minut.
Hadir dalam kegiatan tersebut adalah Sekdis dr Debby Montung M.Kes, Kabid Keluarga Sejahtera Dan Pemberdayaan Keluarga Helena Karundeng SE MAP. (dw/st)

























Komentar