Suluttimes.com, AIRMADIDI – Sepanjang kawasan ruas jalan Ringroad membatasi dua wilayah, yakni Kota Madya Manado dan Kabupaten Minahasa Utara (Minut).
Untuk wilayah Kabupaten Minahasa Utara, tepatnya berada di Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat.
Keramaian ruas jalan ring road, menjadi magnet bagi para pedagang untuk berjualan hampir sepanjang areal ini.Jika melewati jalur ini, nampak lapak-lapak dagangan berjejer di sisi kiri atau kanan jalan.
Bahkan tempat berjualan pun nyatis menutupi areal saluran air (riol), yang berakibat ditertibkan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP) kota Manado, belum lama ini.
Camat Kalawat Dra Ferlie Indria Nassa MA menilai kurangnya koordinasi ketika penertiban pihak Sat Pol PP Kota Manado, sehingga pihaknya harus turun ke lokasi.
Menariknya, ada kicauan-kicauan miring menganggap pihaknya tidak mendukung program kebersihan.
Indria Nassa menegaskan, program Jaga Kebersihan Wilayah dan Lingkungan (JGKWL) menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara.
Untuk itu, Indria Nassa MA kembali mengingatkan Kumtua Desa Maumbi serta perangkat Desa yang ada untuk lebih inntesif mensosialisasi gerakan kebersihan, lebih khusus bagi para pedagang yang berada di sekitaran ring road.
Dia berharap, lokasi-lokasi berjualan harus tetap dan terpantau bersih, karena akan merusak pemandangan à palagi jalur ini terbilang ramai arus lalin kendaraan bermotor.
“Anehnya, muncul di berita, seakan-akan saya tidak mendungkung program kebersihan. Sementara kami di Kabupaten Minahasa Utara dengan gencar mensosialisasikan gerakan Jaga Kebersihan Wilayah dan Lingkungan (JGKWL) prioritas Bupati Joune Ganda bersama Wakil Bupati Kevin W. Lotulung. Secara otomatis kami justru sebagi motor penggerak dalam mendukung program tersebut,” terang Indria Nassa disela-sela acara pelantikan Kepala Jaga Desa Maumbi, bertempat di balai Desa, Senin (06/06/22).
Diksempatan ini juga lanjut Camat, pemerintah Desa Maumbi diminta terus mensosialisasikan masalah kebersihan. Bentuk atau modelnya, bisa lisan atau tulisan, diperbanyak kemudian dibagikan ke seluruh pedagang.
Menurutnya, penataan lapak-lapak dagangan, areal sekitarnya bersih jelas akan memantik pengunjung sekedar berhenti membeli dagangan, atapun bisa duduk santai di lapak-lapak yang dibuat pedagang, baik yang berada di wilayah Kota Manado dan Minut.
“Lokasi-lokasi ini harus selalu bersih, tidak diperkenankan berjualan di atas lokasi saluran. Kalau perlu ditindak, demi kenyamanan bersama,” tegas Camat. (dw/st)

























Komentar