Kecamatan Kalawat Perkuat Pencegahan TBC, Sembilan Desa Dicanangkan Jadi Desa Siaga

Suluttimes.com, MINUT – Pemerintah Kecamatan Kalawat memperluas gerakan pencegahan dan penanggulangan Tuberkulosis (TBC) dengan mencanangkan Gerakan Bersama Penguatan Desa Siaga TBC di sembilan desa. Kegiatan berlangsung di Aula Kantor Camat Kalawat, Jumat (23/10/2026), melibatkan pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader, PKK, tokoh agama, dan tokoh masyarakat.

Pencanangan tersebut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Utara, Allan Mingkid, dan Camat Kalawat, Agustinus Dondokambey, S.STP., M.A.P., Kepala Puskesmas Kolongan dr. Cicilia Paat, M.Kes, serta ditandai dengan pembacaan deklarasi bersama.

Pencanangan ini melibatkan Pemerintah Desa se-Kecamatan Kalawat, Dinas Kesehatan, Puskesmas Kolongan, kader kesehatan, TP PKK, tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Camat Agustinus menjelaskan, gerakan ini merupakan tindak lanjut koordinasi pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan Puskesmas Kolongan, dengan mengacu pada Peraturan Pemerintah Nomor 67 Tahun 2021 tentang Penanggulangan Tuberkulosis.

Baca Juga  PEMBEKALAN ke Satgas Ops Pamputer, Pangdam XIII/Merdeka Beri Pesan Khusus

“Penanggulangan TBC membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya tenaga kesehatan. Pemerintah desa, kader, tokoh masyarakat, dan warga harus bersama-sama meningkatkan kesadaran, mendorong pemeriksaan dini, serta mendampingi pasien hingga pengobatannya tuntas,” ujar Agustinus.

Ia menegaskan, program Desa Siaga TBC harus diwujudkan melalui kegiatan nyata, mulai dari edukasi masyarakat, penemuan kasus, rujukan ke fasilitas kesehatan, hingga pendampingan pasien. Upaya tersebut juga penting untuk menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap penderita TBC.

Sebelum pencanangan tingkat kecamatan, tiga desa telah lebih dahulu mencanangkan Desa Siaga TBC, yakni Kolongan Tetempangan, Watutumou Dua, dan Kalawat. Selanjutnya, gerakan diperluas ke sembilan desa di Kecamatan Kalawat.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Minahasa Utara, Allan Mingkid, menekankan pentingnya mengenali gejala TBC sejak dini dan segera melakukan pemeriksaan di puskesmas atau fasilitas kesehatan.

Baca Juga  Polri Distribusi Bantuan Polri Capai 159 Ton 12 Ribu Personel Dikerahkan di Tiga Wilayah Terdampak Bencana

“Jangan menunggu sampai kondisi semakin parah untuk mencari pertolongan. Jika ada anggota keluarga atau warga yang mengalami gejala mengarah pada TBC, segera periksakan diri agar mendapatkan penanganan yang tepat dan membantu memutus rantai penularan,” tegas Mingkid.

Ia juga mengajak pemerintah desa dan kader kesehatan aktif memberikan edukasi serta mendampingi pasien agar menjalani pengobatan sesuai petunjuk tenaga kesehatan sampai selesai.

Melalui gerakan ini, Pemerintah Kecamatan Kalawat berharap sinergi lintas sektor semakin kuat sehingga upaya pencegahan, deteksi dini, dan penanggulangan TBC dapat berjalan berkelanjutan di seluruh desa, sekaligus membangun lingkungan yang peduli tanpa stigma dan diskriminasi terhadap pasien.(dw/st)

(Visited 3 times, 3 visits today)

Komentar