Mahasiswa UKIT Asal Papua Curhat ke Dosen Tak Punya Persediaan Bahan Makanan

Oleh: Ronald Ginting

Sulut Times, Manado – Wabah covid-19 di Sulawesi Utara berdampak juga pada mahasiswa perantau asal Asmat, Papua, yang tengah kuliah di UKIT, Kota Tomohon, Sulut. Bahkan mereka mengaku sudah bingung dengan apa yang hendak mereka konsumsi hingga beberapa hari ke depan.

Kegalauan mereka pun langsung dicurahkan kepada salah satu dosen di universitas tersebut. Seperti yang disampaikan Eko Kwaito kepada dosennya melalui messenger.

“Ibu, kami boleh kasih masuk surat permohonan ke Pemerintah Kota Tomohon bu? Kami kehabisan makanan di asrama,” keluh Eko, hari ini.

“Ibu, pemerintah kami di Papua tidak merespon. Makanya kami berharap bantuan dari Pemerintah Kota Tomohon. Kami sekarang hanya makan ubi saja, ibu,” sambungnya.

Baca Juga  Miky Wenur : Generasi Milenial adalah Masa Depan Keluarga, Jemaat, Masyarakat, Bangsa & Negara

Menanggapi keluhan mahasiswanya, Julita Inggrinne Nelwan langsung mendatangi asrama Asmat di Kakaskasen, Tomohon, tempat mahasiswa itu berdomisili pada saat ini. “Saya langsung datang bawa seadanya, seperti beras, telor, dan ikan kaleng,” ujar Julita, dosen UKIT.

Julita merasa terharu ketika mahasiswanya saat ini lagi bingung mau makan apa. Dia berharap bantuannya dapat membantu.

“Saya menangis baca messenger mereka. Mereka ada 40 orang ternyata. Saya cuma bisa membantu sedikit. Tapi saya berharap bisa bermanfaat buat mereka,” ucap Julita.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Tomohon, Syerli Adelin Sompotan, saat dihubungi langsung merespon cepat. “Okay saya segera minta tolong orang kirimkan bantuan ke mereka. Terima kasih infonya,” sebut Syerly melalui pesan singkatnya. (gtg)

(Visited 43 times, 1 visits today)

Posting Terkait

Baca Juga

Komentar