1 Warga Talaud Positif Covid – 19, Tidak Benar. Ini Penjelasan Monangin

Sulut Times, Talaud : Seorang warga berinisial KL, jenis kelamin Laki Laki di Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara diduga terpapar virus corona atau Covid-19.

Pria berusia 41 tahun yang berdomisili di Kecamatan Kabaruan tersebut dinyatakan positif baru berdasarkan hasil rapid test, namun belum terkonfirmasi positif Covid-19 karena masih menunggu hasil test swab atau apus tenggorakan dari laboratorium.

Hal ini dibenarkan oleh Juru Bicara Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Kepulauan Talaud dr. Kerry Monangin dihubungi, Sabtu (25/4) 2020 malam.

“Berita tentang sudah ada yang positif itu harus diklarifikasi. Maksud positif adalah hasil rapid test, bukan hasil laboratorium. Yang memastikan dia positif (Covid-19) adalah hasil dari laboratorium dari apus tenggorokan dan itu kita masih menunggu, karena baru dikirim tadi dengan menggunakan Kapal Barcelona 2, yang nantinya akan dijemput oleh Dinkes Provinsi”, jelas Monangin.

Baca Juga  E2L-MAP Perjuangkan Keluhan Masyarakat Terkait Krisis Listrik di Talaud, Kini Terjawab

Rencana besok (Minggu,26/04/2020) Gugus Tugas (Gustu) Covid – 19 Kabupaten Kepulauan Talaud akan kembali melakukan pengambilan swab dan serum hari ke 2, dan swab itu sendiri akan di kirim ke (Gustu) Penanganan Covid – 19 Provinsi Sulawesi Utara dan selanjutnya dikirim ke Jakarta.

Menurut Monangin, pria berstatus Orang Tanpa Gejala (OTG) tersebut memiliki riwayat perjalanan dari Jakarta. Ia terbang dengan menggunakan Batik Air pada tanggal 16 April 2020 kemudian keesokan harinya ia berangkat dari Manado menggunakan KM Barcelona 2 dan tiba di Talaud pada 18 April 2020.

Disebutkan, ia telah menjalani sebanyak dua kali rapid test, Rapid test pertama pada tanggal 14 April dan hasil rapidnya nonreaktif.

Baca Juga  Identitas Mayat di Desa Awit Selatan Berhasil Diungkap Polsek Beo & Polsek Melonguane

Hal itu berdasarkan surat yang diberikan oleh RS Bhayangkara Sukabumi. Tanggal 24 April dilakukan rapid test hari kesepuluh, dan hasilnya reaktif.

“Sebelumnya pada 8 April lalu, ia juga sempat menjalani pemeriksaan foto thorax hasilnya adalah ia menderita bronkopneumonia; infeksi yang menyebabkan peradangan paru-paru yang terjadi baik area alveoli (kantung udara), maupun bronki (saluran udara yang memastikan udara masuk dengan baik dari trakea ke alveolus)”, ungkapnya.

Meski demikian pihaknya sudah melakukan langkah antisipasi dengan melakukan pemeriksaan untuk kontak erat serumah sebanyak 3 orang dengan hasil nonreaktif.

“Tracking kontak juga sementara kami lakukan. Sampai saat ini sudah 15 orang yang masuk dalam kontak erat. Kemungkinan kontak erat masih akan bertambah. Besok akan dilakukan pemeriksaan rapid test untuk 11 kontak erat,” ujarnya.

Baca Juga  Gereja Ambruk, Akibat Angin Kencang Landa Talaud

Dia mengimbau masyarakat untuk tidak panik, tetapi tetap meningkatkan kewaspadaan dengan mengikuti anjuran protokol kesehatan yang disampaikan pemerintah.

Dia juga meminta agar setiap orang yang berstatus OTG, ODP dan PDP agar tidak didiskreditkan atau dikucilkan namun sebaliknya harus didukung agar mereka terdorong untuk lebih cepat sembuh.

“Saat ini OTG tersebut dalam keadaan sehat. Kami mengharapkan kepada masyarakat, terutama kepada tim gugus tugas kecamatan dan desa agar mengedukasi masyarakat agar mereka ini jangan didiskreditkan atau dikucilkan. Tapi bagaimana kita mensuport supaya dia bisa sehat terus,” himbau dr. Monangin.

(Visited 15 times, 1 visits today)

Komentar