Minut Status Siaga, Bupati JG Imbau Warga Antisipasi Bencana

Suluttimes.com, AIRMADIDI – Pemerintah mulai mengambil sikap dengan melihat hujan keras disertai angin mengguyur wilayah Sulawesi Utara, termasuk Minahasa Utara (Minut) sejak memasuki bulan November 2025.

Langkah cepat langsung diambil Bupati Joune Ganda (JG) dengan menetapkan Minut status siaga. Keputusan ini diambil guna mengantisipatif rekomendasi BMKG, telah memprediksi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin selama November 2025 hingga bulan Januari 2026.

“Status siaga darurat bencana diambil agar pemerintah daerah dapat bergerak cepat ketika bencana terjadi,” tegas Bupati Joune dalam rapat daring zoom sekaligus mendengarkan laporan perihal kondisi terbaru dari para pejabat instansi terkait, termasuk pimpinan Kecamatan di wilayah masing-masing, Rabu (12/11/25).

Baca Juga  Aron Wagey Optimis Menang Pilhut Desa Warukapas

“Kami tidak ingin menunggu situasi makin buruk. Warga harus waspada karena potensi bencana cukup tinggi dalam beberapa bulan kedepan,” lanjut bupati.

Disebutkan Bupati Joune Ganda, penetapan status siaga darurat berlaku selama 130 hari kedepan, mulai 12 November 2025 – 21 Maret 2026.
Dengan status tersebut, BPBD Minut memiliki kewenangan lebih untuk melakukan tindakan darurat, mulai dari penyiapan posko, penyaluran logistik, hingga mobilisasi personel.

Terpisah, Kepala BPBD Minut Theo Lumingkewas menjelaskan sebagaimana prediksi BMKG tanda-tanda peralihan cuaca ekstrem sudah terlihat di sejumlah titik.
“Angin kencang dan hujan deras mulai terjadi di wilayah pesisir dan dataran tinggi. Warga harus antisipasi, perlu memeriksa kondisi rumah dan lingkungan masing-masing,” ujar Kepala BPBD Minut Theo Lumingkewas didampingi Sekretaris Dinas Gerald Dotulong.

Baca Juga  Delapan Balon Bupati-Wabup Siap Maju Dari Golkar Minut

“Kami menghimbau masyarakat, terutama menghindari area rawan longsor dan pohon tumbang. Berhati-hati saat berkendara di jalan licin, serta segera mencari tempat aman jika hujan deras disertai angin kencang. Masyarakat diminta memantau peringatan cuaca BMKG dan melapor ke Call Centre 117 jika terjadi keadaan darurat,” pesan Lumingkewas.

Diketahui, rapat zoom juga diikuti Wakil Bupati Kevin Lotulung, Sekda Novly Wowiling, Forkopimda Minut, BMKG Sam Ratulangi, Kantor SAR Manado, serta Balai Pemantau Gunung Api Sulawesi dan Maluku.

“Kolaborasi lintas instansi ini diharapkan mampu mempercepat respons ketika terjadi bencana. Masyarakat juga akan lebih siap dan tidak menganggap enteng potensi bencana,” kunci bupati Joune. (dw/st)

(Visited 14 times, 1 visits today)

Komentar