Suluttimes.com, AIRMADIDI – Panitia Pemilihan Hukum Tua (Pilhut) Desa Maumbi, kembali menggelar debat calon, pemaparan visi-misi dan dirangkaikan dengan deklarasi damai berlangsung di balai Desa, Senin (19/09/22).
Acara ini turut disaksikan Camat Kalawat Dra Ferlie Indria Nassa MA, Pj Kumtua Desa Maumbi Novi Pangemanan, Sekdes Leonard Moray, Danramil 06 Airmadidi, Babinsa, Ketua dan Pengurus PBD, serta seluruh Panitia.
Sayangnya, seorang calon Kumtua dengan nomor urut 3, tercatat Jefry Pieter Pongajuow tidak ambil bagian dalam kegiatan ini.
Sementara 3 Calon Kumtua yakni Verra Veronika Sengkeh SPd MPd nomor urut 1 (VVS), Yulita Lotulung nomor urut 2 (YL), dan Yan Abraham Enoch nomor urut 4 (YAE) mengambil tempat duduk diatas panggung utama menghadap para hadirin.

Oleh Panitia, para pendukung masing-masing calon dibatasi hanya 20 orang.
Nampak pendukung lainnya dari para calon tetap berada di luar gedung, namun ikut menyaksikan dari jendela balai Desa.
Ketua Panitia Pilhut Desa Maumbi, Drs Evert Boseke MSi menerangkan kegiatan ini dimaksudkan, sejauh mana masyarakat mengetahui pokok-pokok pikiran dari para calon.
Pemaparan visi-misi dilanjutkan dengan Debat calon menghadirkan tiga Panelis diantaranya Dra Evie Rondonuwu SH, MKes ; Dantje Lantang SPt MSi ; dan Agustinus Koba Kalengkongan SH.
Ketiga calon Kumtua dengan lancar memaparkan visi-misi, juga mampu menjawab dengan lugas pertanyaan yang diajukan para Panelis antara lain masalah pendidikan, kesehatan, pariwisata, ekonomi kreatif maupun pengembangan pemuda dan olah raga lebih khusus dalam memajukan Desa Maumbi kedepan.
Agenda terakhir tahapan ini digelar deklarasi damai dipandu Ketua Panitia Pilhut Drs Everd Boseke MSi, dimulai dengan menjelaskan rambu-rambu kampanye sesuai peraturan bupati Minahasa Utara (Minut).
Baik Boseke, Camat Kalawat maupun Pj Kumtua berharap agar tahapan Kampanye yang akan berlangsung sejak tanggal 20-23 September 2022, mengedepankan asas demokratis, bersaing sehat, menjunjung tinggi sportifitas, jujur dan menghormati calon lain.
“Lebih khusus bagi para calon dalam masa kampanye nanti tetap menjaga ketentraman dan ketertiban. Perang otak boleh, tapi jangan perang otot. Torang di Maumbi samua basudara,” tambah Ketua Pilhut Drs Evert Boseke MSi.
Bahkan Panitia tegas Boseke akan mengambil tindakan keras atau mendiskualifikasi calon jika terbukti melakukan money politik, memberikan uang à tau barang dalam bentuk apapun dengan tujuan mempengaruhi pendukung lain.
“Mewakili seluruh Panitia, kami mengapresiasi dan berterima kasih kepada para Calon Kumtua, para pendukung, Pemerintah Kecamatan, Pemerintah dan aparatur Desa, BPD serta masyarakat yang hadir mampu menjaga kebersamaan, hingga acara ini yang merupakan bagian dari tahapan Pilhut berjalan lancar dan aman,” ujar Boseke menutup rangkaian acara. (dw/st)


























Komentar