Pemdes Lembean Kolaborasi Puskesmas Kauditan Canangkan Siaga Tuberkulosis

Suluttimes.com, AIRMADIDI – Pemerintah Desa Lembean berkolaborasi dengan Puskesmas Kauditan canangkan Desa Siaga Tuberkulosis (TBC).

Pencanangan gerakan bersama ini dihadiri Bupati Minahasa Utara (Minut) Dr Joune Ganda, diwakili Asisten II Setda Bidang Perekonomian Pembangunan, Robby Parengkuan SH berlangsung di balai Desa Lembean, Kecamatan Kauditan, Kamis (09/07/26).
Nampak hadir Kadis Kesehatan Allan Mungkid, Camat Kauditan Vilma Anthoni, Kapus Kauditan dr Theresia Tiow, Hukum Tua Desa Lembean Daisy Sumampouw, jajaran perangkat Desa Lembean, serta undangan.

Dalam sambutannya, Asisten II Robby Parengkuan memberikan apresiasi upaya konkrit Pemdes melalui program Siaga Tuberkulosis (TBC).
Menurutnya, penanganan TBC bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen.

Baca Juga  Peran Pertahanan Pangkalan Uji Kesigapan Prajurit Lanudal Manado Pada Puncak Penilaian Lanudal Teladan Tahun 2024.

“Pencanangan ini bentuk komitmen bersama agar upaya pengendalian, bahkan penanganan penyakit Tuberkulosis dapat ditekan atau dicegah,” pesan Parengkuan mengutip sambutan Bupati.

Sesuai data lanjut Parengkuan, tercatat tahun 2025 terdapat 321 kasus TBC di
Kabupaten Minahasa Utara. Jumlah ini diperkirakan masih menunjukkan tren peningkatan.
Oleh karena itu, Pemkab Minut ikut mendorong pelaksanaan program Desa Siaga TBC secara masif, khususnya di wilayah kerja Puskesmas Kauditan.

Sementara Kadis Kesehatan Drs. Allan Mingkid mengatakan bahwa penyakit TBC merupakan penyakit menular, dan saat ini Kabupaten Minahasa Utara sudah ada beberapa Faskes yang memiliki alat khusus untuk mendetekasi TBC.

“Peralatan ini tersedia di RSUD Maria Walanda Maramis, Puskesmas Kauditan, Kema, Tatelu, dan dapat dimanfaatkan masyarakat ketika merasa ada gejala seperti batuk yang berkepanjangan dan gejala lainnya,” ujarnya.

Baca Juga  Viral! Tulisan Bupati Sitaro dari Rutan Manado : Netizen Beri Dukungan

Terpisah Kepala Puskesmas Kauditan dr Theresia Tiow menegaskan bahwa mulai dari pemeriksaan skreaning tubercolosis maupun penanganan pasien tidak dipungut biaya alias gratis.

“Perihal penanganan penyakit, pihaknya akan terus memantau perkembangan pasien, termasuk melakukan tindakan pencegahan buat keluarga pasien yang memang tinggal serumah. Ini bagian dari tindakan penanganan maupun pencegahan,” sambung dr Theresia.

“Kami juga menghimbau masyarakat yang terinfeksi tuberkolosis agar lebih memperhatikan kebersihan, waktu istirahat, termasuk pola makan, konsumsi makanan bergizi seimbang untuk mempercepat pemulihan. Terapkan etika batuk (menutup mulut dengan tisu), juga gunakan masker, dan pastikan rumah memiliki sirkulasi udarai yang cukup,” tambah Kapus Kauditan. (dw/st)

(Visited 7 times, 7 visits today)

Komentar