Sulut Times, MANADO : Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, memastikan ketersediaan beras di Bumi Nyiur Melambai dalam kondisi aman hingga Maret 2026. Pernyataan ini disampaikan Gubernur untuk menenangkan masyarakat di tengah kekhawatiran akan potensi kenaikan harga, khususnya menjelang tradisi Pengucapan yang akan datang.
Yulius Selvanus mengakui adanya defisit produksi beras lokal di Sulawesi Utara. “Produksi sawah kita di Sulut hanya sekitar 120 ribu ton per tahun, sementara kebutuhan konsumsi masyarakat mencapai 270 ribu ton per tahun,” jelas Gubernur. “Ini berarti ada kekurangan sekitar 150 ribu ton yang harus kita penuhi, dan Bulog siap mem-backup kebutuhan tersebut.”ungkapnya sesuai pelantikan Sekprov dan Inspektur (Rabu,16/07/25) di Graha Gubernuran
Gubernur juga menyoroti masalah alih fungsi lahan pertanian yang berdampak pada produksi beras. “Kita ketahui bersama, lebih dari 6.000 hektare sawah kita sudah beralih fungsi,” ungkapnya. “Lahan-lahan ini kini digunakan untuk komoditas lain seperti nilam, dan ini tentu mengurangi kapasitas produksi beras kita.”
Menyikapi potensi kenaikan harga jelang perayaan tradisi Pengucapan, Gubernur Yulius Selvanus mengimbau para pedagang dan pengusaha untuk tidak mengambil keuntungan berlebihan. “Tradisi Pengucapan memang akan meningkatkan permintaan, dan sah-sah saja jika ada yang mencoba mencari untung,” kata Gubernur. “Namun, jangan sampai keterlaluan dan justru menyusahkan masyarakat banyak.”
Untuk mengantisipasi lonjakan harga dan memastikan akses masyarakat terhadap beras yang terjangkau, pemerintah provinsi bersama Bulog telah dan akan terus melakukan berbagai intervensi pasar.
“Masyarakat tidak perlu khawatir, stok beras kita cukup sampai bulan Maret tahun depan (2026),” tegas Yulius Selvanus. “Kami juga terus melakukan operasi-operasi ketahanan pangan, termasuk menghadirkan kios-kios ketahanan pangan yang berputar di titik-titik di mana masyarakat membutuhkan. Bulog pun rutin menggelar operasi pasar di lokasi-lokasi yang kemungkinan masyarakatnya kurang mampu, bahkan dengan memberikan diskon khusus.”
Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas harga dan memastikan pasokan beras yang memadai bagi seluruh masyarakat, terutama menjelang momen-momen penting seperti tradisi Pengucapan.
Popular posts:
- Diduga Melobi Pejabat Polda Sulut Berkordinasi… (16,011)
- Cewek Cantik Ini Kasih Tebakan, Jawabannya Bikin Baper (14,622)
- Tipidkor Nomor 9 Polda Sulut Periksa 2 Jam Kaban… (7,604)
- Lawan Covid-19, Maria Vania Bisa Berhubungan Intim 3… (7,542)
- Gara-gara Cukur Kelapa 8 Perangkat Desa Kali Selatan… (6,935)
- Raja Mafia Tanah Agus Elektrik Alias Abidin,… (5,863)
- KPU RI Launching Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan… (5,324)
- Judi Togel Makin Marak di Minahasa, Aparat di Minta… (4,823)
- Rio Dondokambey di mintai keterangan Polda Sulawesi Utara (4,623)
- Suka Duka Pertamina Salurkan BBM Satu Harga di… (4,183)





























Komentar