Sulut TImes, Aceh – PT PLN (Persero) mengambil langkah cepat dengan menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak parah oleh bencana banjir di Provinsi Aceh. Kegiatan penyaluran bantuan ini dilaksanakan pada Sabtu (29/11/2025), bersamaan dengan kunjungan langsung jajaran direksi PLN ke lokasi bencana.
Bantuan yang diserahkan meliputi kebutuhan dasar seperti bahan pangan dan logistik, serta peralatan vital seperti peralatan kelistrikan dan lampu darurat. Langkah ini merupakan wujud kepedulian perusahaan untuk meringankan beban masyarakat setempat.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menegaskan komitmen PLN untuk selalu hadir di tengah masyarakat. “Kehadiran kami hari ini adalah bentuk kepedulian untuk membantu warga mempercepat pemulihan pascabencana,” ujar Darmawan usai kegiatan apel siaga di Landasan Udara Iskandar Muda, tempat penyerahan bantuan secara simbolis.
Secara simbolis, PLN menyerahkan ribuan paket bahan pokok dan 14.000 unit lampu darurat dalam apel siaga tersebut. Penyaluran bantuan sembako juga telah menjangkau lokasi pengungsian kritis, termasuk di Desa Blang Awe, Kabupaten Pidie Jaya.
“Sembako sangat kami butuhkan di Posko Desa Blang Awe, Kecamatan Meureudu ini. Terima kasih atas kemurahan hati PLN yang sudah membantu,” ungkap Dedy Suriadi, salah satu penerima manfaat, menunjukkan rasa syukurnya atas bantuan yang tiba tepat waktu.
Tak hanya logistik, jajaran direksi juga menyerahkan bantuan berupa mesin genset secara langsung kepada Mesjid Al Ghafur di Kabupaten Aceh Besar. Bantuan sarana penerangan darurat ini diharapkan dapat menjamin kelangsungan aktivitas ibadah masyarakat selama proses pemulihan jaringan listrik utama.
“Bantuan genset ini sangat berarti bagi kami. Dengan adanya genset, kegiatan ibadah tetap dapat berlangsung meski kelistrikan belum sepenuhnya pulih,” kata Tengku Muhammad Rijal, Kepala Badan Kesejahteraan Mesjid Al Ghafur, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN.
Direktur Distribusi PLN, Arsyadany Ghana Akmalaputri, memastikan bahwa perusahaan berupaya keras untuk memulihkan infrastruktur sekaligus meringankan beban warga. Ia menyebut penanganan dampak bencana, yang mencakup banjir dan tanah longsor, dilakukan melalui pendekatan strategis.
“Kami berkomitmen hadir tidak hanya melalui perbaikan infrastruktur kelistrikan, tetapi juga melalui bantuan langsung yang diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan pascabanjir dan meringankan beban warga,” jelas Arsyadany.
Sebagai bagian dari upaya kemanusiaan, PLN juga mendirikan empat dapur umum di berbagai lokasi dengan bekerja sama dengan Komando Daerah Militer Iskandar Muda. Fasilitas ini didirikan untuk menjamin ketersediaan konsumsi harian yang layak bagi warga yang berada di pengungsian.
Untuk memastikan pasokan listrik kembali normal secepatnya, sebanyak 500 personel gabungan telah dikerahkan ke lapangan. Tim ini berfokus pada perbaikan 12 tower transmisi yang mengalami kerusakan. Kerja sama lintas sektoral menjadi kunci agar seluruh wilayah Aceh dapat segera menikmati pasokan listrik yang stabil kembali.
Popular posts:
- Diduga Melobi Pejabat Polda Sulut Berkordinasi… (16,011)
- Cewek Cantik Ini Kasih Tebakan, Jawabannya Bikin Baper (14,623)
- Tipidkor Nomor 9 Polda Sulut Periksa 2 Jam Kaban… (7,604)
- Lawan Covid-19, Maria Vania Bisa Berhubungan Intim 3… (7,543)
- Gara-gara Cukur Kelapa 8 Perangkat Desa Kali Selatan… (6,935)
- Raja Mafia Tanah Agus Elektrik Alias Abidin,… (5,863)
- KPU RI Launching Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan… (5,325)
- Judi Togel Makin Marak di Minahasa, Aparat di Minta… (4,823)
- Rio Dondokambey di mintai keterangan Polda Sulawesi Utara (4,623)
- Suka Duka Pertamina Salurkan BBM Satu Harga di… (4,183)





























Komentar