SulutTimes, Manado : Tanggal 24 Agustus 1962 menjadi tonggak sejarah penyiaran nasional dengan lahirnya Televisi Republik Indonesia (TVRI) sebagai stasiun televisi pertama di tanah air.
Sehingga tanggal 24 Agustus diperingati sebagai Hari Televisi Nasional dan di tahun 2025 Lembaga Penyiaran Publik (LPP) TVRI kini menapaki usia 63 tahun.
Peringatan hari ulang tahun TVRI pun dilaksanakan secara Nasional di Jakarta maupun di stasiun penyiaran daerah, salah satunya di TVRI Stasiun Sulawesi Utara, yang berlokasi di puncak Tikala, Kota Manado.
Peringatan HUT ke-63 TVRI, dilaksanakan melalui Upacara Bendera yang diikuti oleh pimpinan, karyawan karyawati, serta Dharma Wanita Persatuan LPP TVRI SULUT, dengan menggunakan busana adat dan batik nasional.
Upacara yang dipimpin Inspektur Upacara Kepala TVRI SULUT Stella Purukan, S.Sos., MAP, berlangsung khidmat.

Pada upacara ini, Inspektur Upacara membacakan sambutan Direktur Utama LPP TVRI Iman Brotoseno yang isi ya menyampaikan apresiasi, harapan, serta berbagai capaian di tengah tantangan dan dinamika menapaki perjalanan Panjang sebagai Lembaga Penyiaran Publik.
Dengan mengusung tema “Terdepan Melayani, Mendukung Asta Cita” TVRI diharapkan tetap berdiri sebagai media terpercaya yang membawa kebenaran, edukasi, serta inspirasi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Hal ini terus didorong seiring dengan adanya empat kanal teresterial dan multi platform yang dimiliki TVRI.
Capaian di berbagai aspek pun dipaparkan sebagai sebuah refleksi perjalanan TVRI di Tengah perannya sebagai media pemersatu bangsa.
Pada usia ke-63 tahun, TVRI Kembali dipercayakan menjadi TV Pool untuk rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia.
Selain itu, dari sisi sumber daya manusia, pada semester pertama tahun 2025, TVRI telah menerima lebih dari 3.000 Calon Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja se-Indonesia.
Bahkan TVRI juga menambah 3 Unit organisasi baru yaitu Pusat Data dan Strategi, TVRI Stasiun Banten, dan TVRI Stasiun Maluku Utara untuk terus memperkuat jangkauan pelayanan penyiaran kepada seluruh masyarakat Indonesia.
Tahun ini TVRI memborong 4 penghargaan pada ajang Anugerah Penyiaran Ramah Anak, mulai dari kategori program keluarga Indonesia, kategori program anak terfavorit, kategori televisi peduli anak, dan kategori televisi ramah anak.
Sementara dari sisi kinerja, capaian kinerja pendapatan PNBP TVRI Tahun 2024 secara nasional di atas 90%, juga menjadi Kementerian Lembaga pertama yang mengimplementasikan E-Katalog sebagai penjual layanan bukan sebagai pembeli, menyelesaikan pembuatan Peraturan Lembaga LPP TVRI tentang Tata cara penghitungan tarif atas jenis PNBP, serta mampu melaksanakan penyelesaian tindak lanjut BPK dari sebelumnya pada angka 68,9% meningkat menjadi 80%.
Sejalan dengan itu, transformasi digital pun terus dijalankan melalui inovasi kualitas penyiaran dan pengarsipan karya berita dan dokumentasi bangsa, bahkan melaksanakan reformasi birokrasi secara menyeluruh.
Dalam upacara ini, diberikan Penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Dari Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kepada 16 Insan TVRI Stasiun Sulawesi Utara.
Penghargaan ini diberikan atas dedikasi dan pengabdian sebagai Pegawai Negeri Sipil di LPP TVRI Sulawesi Utara.
Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya ini diberikan Kepala LPP TVRI Stasiun Sulut, Stella Purukan, S.Sos., MAP. didampingi Ketua Tim Perencanaan dan Pengendalian Umum Fonny Pongoh dan kemudian dilanjutkan pemotongan tumpeng.

Kepala LPP TVRI Sulut Stella Purukan S.Sos., MAP bersama Plt. Kepala Subbagian Tata Usaha Frans Lasut dan ketua-ketua tim, melakukan pemotongan tumpeng yang diserahkan kepada perwakilan karyawan yakni petugas transmisi (salah satu garda terdepan mengawal penyiaran dari wilayah pegunungan maupun perbatasan) dan juga kepada Dharma Wanita Persatuan LPP TVRI Sulut, sebagai mitra strategis dalam menjalankan tugas sebagai lembaga penyiaran publik.
Kemeriahan terus terasa dengan pemasangan lilin ulang tahun, sebagai simbol kebersamaan seluruh insan TVRI dalam melayani lewat tugas masing-masing.
Di penghujung perayaan, pimpinan LPP TVRI Sulut memberikan penghargaan kepada 5 karyawan dengan pakaian adat terbaik yang hadir pada upacara hut ke-63 TVRI, sebagai wujud pelestarian kekayaan adat dan budaya daerah.
Kelima karyawan yang mendapat penghargaan, menggunakan pakaian adat dari berbagai daerah, mulai dari baju adat Bantik, baju adat Sangihe, baju adat Batak, hingga baju adat Jawa.
Perayaan HUT ke-65 TVRI, ditutup dengan tari bersama serta jabat tangan satu sama lain sebagai ekspresi bahagia atas perjalanan panjang TVRI sebagai media pemersatu bangsa yang akan terus dilanjutkan hingga ke generasi selanjutnya.






























Komentar