Sulut Times, Manado – Dimasa Pandemik COVID-19, membuat tahun baru Imlek 2021 ini jauh berbeda. Jika biasanya Imlek dirayakan dengan meriah, pada tahun Kerbau Logam ini masyarakat etnis Tionghoa di Kota Manado mesti membatasi kegiatan mereka.
Hal ini tengah dirasakan oleh gadis cantik bernama Prilia Karauan. Menurutnya, Imlek tahun ini sangat berbeda dibanding dengan tahun-tahun sebelumnya. Biasanya ia bisa berkumpul dengan keluarga besar, makan malam bersama, silahturahmi dan membagi/mendapat angpau.
“Cukup sedih sebenarnya, karena ini kan momen setahun sekali dan paling ditunggu. Tapi tahun ini cuma bisa lewat video call saja dengan keluarga yang ada di jauh, dan mungkin angpau juga via virtual,” ucap perempuan bernama lengkap Prilia Margaretha Karauan ini.
Wanita yang berprofesi sebagai model ini menambahkan, walaupun kali ini di rayakan dengan suasana yang berbeda namun tidak mengurangi makna perayaan Imlek sebagai momentum tahun baru, harapan baru, dan juga keberuntungan baru bagi bangsa Indonesia, khususnya bagi masyarakat etnis Tionghoa.
“Tetap patuhi Protokol Kesehatan secara disiplin dengan menerapkan 3M : Memakai masker, Mencuci tangan, dan Menjaga jarak”, ajaknya wanita kelahiran 26 Maret 1996.
Menyambut tahun Kerbau Logam ini ia berharap kesembuhan untuk bumi dan dunia. Ini menjadi harapan semua orang di masa pandemik COVID-19.
“Harapan saya semoga COVID-19 segera berlalu,” tutup perempuan yang hobi travelling.
























Komentar