Rudenim Manado “Kesulitan Hadapi WNA Afghanistan Illegal”

Sulut Times, Manado : Status ke – 10 WNA asal Afganistan yang berada di Manado belum ada kejelasan dari UNHCR.

Pihak Rumah Detensi Imigrasi Manado (Rudenim) sudah melakukan mediasi antara 10 WNA Afganistan bersama UNHCR namun terkendala beberapa hal.

“Kami sudah memediasi mereka (WNA Afganistan red) kepada UNHCR, dan saat ini mereka menunggu status pengungsi dari UNHCR,namun karena ada beberapa kendala yang terjadi termasuk para WNA yang katanya dibohongi oleh UNHCR, tapi menurut pandangan saya ini hanya miskomunikasi saja karena Tujuan Mereka Ke Australia, di Indonesia mereka hanya menjadi tempat transit mereka,”ujar Karudenim Novly Momongan saat diwawancarai media di ruangan kerja Rudenim Manado.(Kamis,27/02/20)

Baca Juga  Penghujung Tahun 2019, Ini Capaian Kinerja Rudenim Manado

Momongan menjelaskan para WNA yang mendemo bukan kepada Pemerintah Indonesia melainkan kepada UNHCR.

“Kami sangat menyayangkan karena salah 1 WNA yg membakar diri di Rudenim Manado akibat memprotes kepada UNHCR”ujarnya

“Tugas saya selanjutnya akan memediasi lagi mereka kepada UNHCR untuk mendapatkan status legal mereka sebagai pengungsi, agar mereka bisa tinggal diluar atau di tempat Comunity House agar kami bersama pemerintah terkait bisa mengontrol mereka.Saat ini mereka berada di Comunity House Kampung Arab, menurut pengakuan mereka saat saya tanyai sudah hampir 20 Tahun di Indonesia untuk kondisi saat ini baik2 saja dan tidak ada konflik,” terang Momongan

Menurut karudenim mereka (WNA,red) kini sudah melakukan pelanggaran Keimigrasian dan seharusnya mereka berada di Rudenim Manado,tetapi Pihak Rudenim terus berkoordinasi dengan UNHCR agar segera menyelesaikan masalah ini.

Baca Juga  Cegah Penyebaran Covid-19, Samsat Manado Rutin Lakukan Penyemprotan Desinfektan

“Mereka sudah melakukan pelanggaran keimigrasian karena status mereka tidak jelas tanpa dokumen dan ijin tinggal yang sah dan perlakuan mereka seharusnya berada di Rudenim Manado,namun saya tidak ingin kejadian yang lalu terjadi lagi disini. Jujur saja, kami saat ini belum bisa mengambil tindakan, kami tidak mau kejadian seperti lalu tidak ingin terjadi lagi. Tetapi kami tidak diam, kami sudah berkoordinasi dengan UNHCR untuk mewancarai para WNA dan kami tinggal menunggu kesiapan mereka,”lanjutnya

“Tapi, Jika masih ada pelanggaran , mereka tidak mau nurut, mohon maaf saja kami akan proses memulangkan mereka ke negara asalnya. Karena status mereka tidak jelas,” tegas Karudenim

(Visited 110 times, 1 visits today)

Komentar