Serahkan 5 Ton Beras dan Alkes, JG Apresiasi PT. MSM-TTN

Suluttimes.com, AIRMADIDI -Bupati Minahasa Utara (Minut), Joune Ganda SE apresiasi bantuan 5 Ton beras serta alat kesehatan (Alkes) dari PT. Meares Soputan Minning (MSM) dan PT Tambang Tondano Nusajaya (TTN).
Halnya peran serta Universitas Sam Ratulangi (Unsrat), Bulog dalam penanganan stunting di Minahasa Utara. “Atas nama Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara mengucapkan terima kasih atas peran serta PT. MSM/PT.TTN, pihak Unsrat, serta Bulog dalam melakukan fortifikasi produk pangan bagi masyarakat.
Dengan pertolongan Tuhan, Saya yakin bahwa penanganan stunting di Minut akan berjalan lebih cepat,” sebut bupati mengawali sambutannya saat penyaluran bantuan beras fortifikasi dan alat kesehatan (Alkes) Posyandu, berlangsung di Pandopo kantor bupati, Senin (18/10/21).

Baca Juga  VAP dan KBP3 Sulut Tak Berhenti Menjalankan Misi Kemanusiaan

Acara ini dihadiri Sekda Minut Ir Jimmy Kuhu MA, Presdir PT. MSM-TTN David Sompie, pihak Unsrat, Manager bisnis Bulog SulutGo serta para pejabat lainnya.

Bupati menegaskan, bulan Maret lalu telah menandatangani SK, dibentuknya Tim Pencegahan dan Percepatan Penanganan Stunting. Sehingga dalam pelaksanaannya
akan diawasi dan dievaluasi.
“Kita tidak mengejar penghargaan, tapi ini adalah kewajiban pemerintah, sebab
pengayaan zat gizi penting untuk perkembangan generasi penerus,” tandas JG sapaan akrab bupati Minut.

Sementara Presdir PT.MSM/TTN, David Sompie mengatakan penyaluran bantuan ini digulirkan setiap tahun. “Bantuan dalam bentuk fortifikasi memang baru kali ini. Karena beras ini perlu diolah, ditambahkan mineral dan vitamin. Sangat baik untuk ibu hamil dan anak-anak yang berpotensi terkena stunting,” terang Sompie.

Baca Juga  Wakapolda Sulut Bersyukur DIPA 2021 6 Mapolres Dapat Anggaran Pembangunan Secara Bersamaan

Sompie mengatakan, bantuan 5 ton beras untuk stunting disalurkan rutin. Selain itu, ada makanan tambahan seperti susu, dan bantuan lainnya untuk ibu hamil yang diberikan dalam kegiatan Posyandu. “Bantuan bukan hanya untuk stunting. Yang tidak terkena stunting juga diberikan makanan tambahan,” ujar Sompie.

Dia melanjutkan, dalam upaya pencegahan, pihaknya bekerja sama dengan Puskesmas (Posyandu), Dinas Kesehatan dan dipantau Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Unsrat Manado. “Jadi program kolaborasi ini dilakukan secara simultan. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak terlalu lama dapat menurunkan stunting, secara khusus di Minahasa Utara,” tambah Presdir PT.MSM/TTN. (dw/st)

(Visited 20 times, 1 visits today)

Komentar