Sulut Times. MANADO : Perum Bulog Divre Sulawesi Utara dan Gorontalo (Sulutgo) menjamin ketersediaan beras di wilayahnya sangat mencukupi, dengan cadangan yang dipastikan aman hingga Maret 2026.
Kepala Bulog Sulutgo, Ermin Tora, menyatakan bahwa saat ini Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang tersimpan di gudang mencapai 24 ribu ton.
“Jumlah ini dinilai lebih dari cukup untuk menghadapi periode permintaan tinggi seperti Natal dan Tahun Baru (Nataru), sekaligus menopang semua program penyaluran dan stabilisasi harga yang sedang berjalan,”jelasnya
Untuk mengendalikan inflasi, Bulog melakukan intervensi harga secara intensif. Ini diwujudkan melalui penyaluran Beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke seluruh jaringan distribusi, mulai dari pasar tradisional, ritel modern, hingga Rumah Pangan Murah.
Selain itu, Bulog rutin mengadakan Gerakan Pangan Murah berkolaborasi dengan TNI/Polri dan pemerintah daerah.
Berkat upaya masif ini, Kanwil Bulog Sulutgo saat ini menduduki posisi teratas secara nasional dalam pencapaian penyaluran beras SPHP.
Program Bantuan Pangan juga terus digalakkan. Sebanyak 139 ribu Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Sulut telah menerima bantuan alokasi Oktober dan November berupa 20 kg beras dan 4 liter minyak goreng.
Total beras yang disalurkan mencapai 2.800 ton. Bulog berharap penyaluran ini dapat tuntas sebelum Natal, sehingga ketahanan pangan masyarakat meningkat dan berkontribusi pada stabilitas harga pasar, khususnya komoditas beras.
Ermin Tora menyoroti keberhasilan Sulut dalam pengendalian inflasi, menempatkan provinsi ini sebagai salah satu yang terendah di Indonesia.
“Indeks Perubahan Harga (IPH) komoditas beras bahkan mencatat deflasi dari Oktober hingga November 2025. Fakta ini membuktikan bahwa stok yang cukup dan penyaluran yang agresif berhasil menjadikan beras sebagai penahan inflasi utama di daerah,”jelasnya
Di sisi pengadaan, Bulog Sulutgo mencatat prestasi bersejarah dengan penyerapan gabah lokal untuk CBP tahun 2025 yang hampir mencapai 100 persen dari target 2.500 ton.
Angka ini melonjak hingga 2.300 persen dibandingkan rata-rata tahun-tahun sebelumnya, menandakan peningkatan signifikan pada produksi gabah dan beras di sentra-sentra utama seperti Bolmong Raya, Minahasa, dan Minahasa Utara.
Popular posts:
- Diduga Melobi Pejabat Polda Sulut Berkordinasi… (16,017)
- Cewek Cantik Ini Kasih Tebakan, Jawabannya Bikin Baper (14,805)
- Tipidkor Nomor 9 Polda Sulut Periksa 2 Jam Kaban… (7,608)
- Lawan Covid-19, Maria Vania Bisa Berhubungan Intim 3… (7,556)
- Gara-gara Cukur Kelapa 8 Perangkat Desa Kali Selatan… (6,947)
- Raja Mafia Tanah Agus Elektrik Alias Abidin,… (5,883)
- KPU RI Launching Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan… (5,330)
- Judi Togel Makin Marak di Minahasa, Aparat di Minta… (4,827)
- Rio Dondokambey di mintai keterangan Polda Sulawesi Utara (4,625)
- Suka Duka Pertamina Salurkan BBM Satu Harga di… (4,207)





























Komentar