Tali Tambat Putus Diterjang Badai, TNI AL dan Nelayan Selamatkan Korban Ponton Bahari-80

Sulut Times, SITARO – Cuaca buruk yang menerjang perairan Manado menghanyutkan sebuah ponton bambu bernama Bahari-80 sejauh 8 mil laut hingga ke perairan Pulau Ruang, Tagulandang, Kabupaten Kepulauan Sitaro, Sabtu (8/8/2026).

​Angin kencang dan gelombang tinggi memutus tali tambat ponton berukuran 30 x 10 meter tersebut sejak Kamis malam (6/8/2026). Saat kejadian, seorang warga Minahasa Utara (Minut) bernama Dalvis Lahiang tengah berada di atas ponton tanpa mesin penggerak itu.

​Sambil berupaya menyelamatkan barang-barang pribadinya, Dalvis terus menerus menghubungi kerabat dan mengabarkan kondisinya melalui media sosial saat arus membawanya hanyut ke arah utara.

​Dankodaeral VIII Laksda TNI Dery Triesananto Suhendi, S.E., M.Tr.Opsla., melalui Kadispen Letkol Laut (P) Andreas Suko Riyanto, S.H., membenarkan kronologi kejadian tersebut.

Baca Juga  Terang yang Dinanti: Kisah Karmini Rasakan Kemerdekaan Energi Bersama PLN

​”Ponton dalam posisi kosong tanpa muatan saat tali tambatnya lepas akibat tidak mampu menahan terjangan cuaca buruk,” ujar Letkol Andreas.

​Data BMKG Stasiun Klimatologi Sulawesi Utara mencatat kecepatan angin saat kejadian mencapai 25 knot dari arah barat laut, dengan tinggi gelombang berkisar antara 2 hingga 3 meter.

​Informasi mengenai hanyutnya ponton Bahari-80 mulai masuk ke Pos Angkatan Laut (Posal) Tagulandang sekitar pukul 08.00 WITA. Personel Posal langsung bergerak cepat menggalang koordinasi dengan Polsek dan Koramil 1301-01/Tagulandang.

​Tak hanya itu, Danposal Tagulandang juga mengontak kapal pajeko KM Efrata yang sedang beroperasi di perairan Tagulandang sekitar pukul 09.30 WITA untuk meminta bantuan penyisiran.

​Kerja sama tersebut membuahkan hasil manis. Awak kapal KM Efrata menemukan ponton Bahari-80 di perairan Pulau Ruang—sekitar delapan mil laut di sebelah barat Pulau Tagulandang—pada pukul 12.05 WITA.

Baca Juga  Cahaya dan Harapan di HLN ke-80: PLN Sambungkan Listrik Gratis bagi Keluarga Prasejahtera di Padang

​Tim gabungan langsung menaikkan Dalvis beserta barang bawaannya ke atas KM Efrata pada pukul 12.20 WITA untuk membawanya menuju daratan Tagulandang. Seluruh rangkaian operasi pencarian dan evakuasi berakhir tuntas pada pukul 14.00 WITA dengan aman.

​Saat ini, Dalvis menginap sementara di rumah seorang warga bernama Erikson di wilayah Balehumara, Tagulandang. Petugas memastikan korban dalam keadaan sehat dan selamat.

Jika tidak ada halangan, Dalvis akan menumpang kapal malam KM Marina Bay-1 dari Pelabuhan Tagulandang untuk kembali ke Manado pada Minggu malam (9/8/2026).

(Visited 21 times, 34 visits today)

Komentar