Suluttimes.com, TOMOHON – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara turut ambil bagian dalam pelaksanaan Tomohon International Flower Festival (TIFF) 2026 yang berlangsung di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, pada 7 hingga 12 Agustus 2026.
Keikutsertaan Pemkab Minahasa Utara dalam festival bunga bertaraf internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan antardaerah sekaligus membuka peluang kolaborasi dalam pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif di Sulawesi Utara.
Dalam agenda TIFF 2026, Pemkab Minahasa Utara diwakili Wakil Bupati Minahasa Utara Kevin William Lotulung, S.H., M.H., didampingi Ketua 1 TP PKK Minahasa Utara Dr. Kristi Karla Arina, S.E., M.M., serta Kepala Dinas Pariwisata Minahasa Utara Jein Barantian, S.E. Kehadiran mereka berlangsung di Kota Tomohon, Sabtu (8/8/2026).
Rangkaian TIFF 2026 dipusatkan di Kota Tomohon dengan pembukaan yang berlangsung di GOR Babe Palar. Salah satu agenda utama yang menjadi daya tarik festival adalah Tournament of Flowers (TOF), berupa parade puluhan kendaraan hias (float) yang menampilkan beragam kreasi bunga dan tema dari para peserta.
TIFF merupakan salah satu agenda pariwisata unggulan Sulawesi Utara yang telah berkembang menjadi festival bunga bertaraf internasional. Pada 2026, TIFF juga masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN) dan tidak hanya diarahkan sebagai ajang budaya dan pariwisata, tetapi juga sebagai ruang promosi florikultura, perdagangan, investasi, serta ekonomi kreatif.
Wakil Bupati Minahasa Utara Kevin William Lotulung mengapresiasi pelaksanaan TIFF 2026. Menurutnya, kegiatan berskala internasional seperti TIFF memiliki nilai strategis dalam memperkenalkan potensi daerah sekaligus mendorong pergerakan ekonomi masyarakat.
“TIFF bukan hanya sebuah festival bunga, tetapi merupakan momentum untuk memperkuat kolaborasi antardaerah, mempromosikan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif, serta membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat dan pelaku usaha,” kata Kevin.
Ia menilai semangat kolaborasi yang diusung TIFF 2026 sejalan dengan kebutuhan pembangunan pariwisata di Sulawesi Utara. Pengembangan sektor tersebut, menurutnya, membutuhkan sinergi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, serta berbagai pemangku kepentingan.
“Kami dari Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara tentu menyambut baik kegiatan ini. Semangat kolaborasi harus terus diperkuat, karena kemajuan pariwisata Sulawesi Utara akan memberikan dampak positif bagi seluruh daerah, termasuk Minahasa Utara,” ujarnya.
Kevin juga berharap pelaksanaan TIFF 2026 dapat memberikan efek berganda (multiplier effect) bagi perekonomian masyarakat, khususnya pada sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perdagangan, jasa, transportasi, serta sektor pendukung pariwisata lainnya.
Mengusung tema “Collaboration of Spirit”, TIFF 2026 menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, pelaku usaha, komunitas, serta mitra nasional dan internasional.
Bagi Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara, momentum TIFF 2026 juga menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring promosi daerah sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata dan ekonomi kreatif Minahasa Utara dalam konteks pengembangan pariwisata Sulawesi Utara.
Dengan demikian, TIFF 2026 tidak hanya menjadi parade kendaraan hias dan festival bunga, tetapi juga menjadi ruang pertemuan berbagai pemangku kepentingan untuk mendorong pengembangan pariwisata, florikultura, investasi, perdagangan, dan ekonomi kreatif agar memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.(dw/st)
























Komentar