Sulut Times, MANADO — Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara (Kanwil Ditjenim Sulut) bergerak cepat mengawal kebijakan strategis nasional. Bertempat di Hotel Best Western The Lagoon, Kamis (16/4), instansi ini menggelar Sosialisasi Teknis Layanan Visa dan Izin Tinggal untuk memantapkan program Global Citizen of Indonesia (GCI).
Langkah ini menyasar penguatan sinergi lintas sektor guna memastikan talenta global dan investor kelas dunia merasa nyaman beraktivitas di Bumi Nyiur Melambai.
Kegiatan ini melibatkan 83 peserta yang terdiri dari jajaran satuan kerja keimigrasian se-Sulut serta para pelaku usaha, sponsor, dan pengelola yayasan. Kehadiran elemen non-pemerintah ini membuktikan bahwa implementasi GCI membutuhkan dukungan penuh dari sektor swasta sebagai penjamin warga negara asing.
Mewakili Kepala Kantor Wilayah, Kabag Tata Usaha dan Umum, Novly T. N. Momongan, membuka acara secara resmi. Ia menegaskan bahwa kebijakan GCI adalah senjata utama pemerintah untuk meningkatkan daya saing Indonesia di mata internasional.
”Indonesia kini menyediakan karpet merah bagi talenta global dan investor berkualitas melalui GCI. Kami ingin seluruh pihak memahami prosedur ini secara utuh agar implementasinya di daerah berjalan mulus dan produktif,” tegas Novly dalam sambutannya.
Para narasumber membedah tuntas mekanisme GCI dari berbagai sudut pandang. Ketua Tim Surat Keimigrasian Ditjen Imigrasi, Denny Priyantkasetya, mengupas landasan hukum hingga berbagai kemudahan fasilitas bagi diaspora dan subjek visa GCI.
Sementara itu, Analis Keimigrasian Madya Kanwil Sulut, Arthur L. Mawikere, membawa perspektif baru. Ia menekankan bahwa fungsi Imigrasi kini telah bertransformasi.
“Imigrasi bukan lagi sekadar penjaga pintu gerbang, tapi merupakan katalisator pertumbuhan ekonomi. Kami menghadirkan layanan yang adaptif untuk mendukung pembangunan daerah,” ujar Arthur.
Sinergi ini mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Provinsi. Kepala DPMPTSP Sulut, Hermina Syalom Daily Korompis, memaparkan data menggembirakan terkait realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) sepanjang tahun 2025.
Ia memproyeksikan tren positif ini akan terus berlanjut di tahun 2026, terutama pada sektor-sektor unggulan yang selaras dengan visi pembangunan daerah.
Melalui sosialisasi ini, Kanwil Imigrasi Sulut optimistis kesamaan persepsi antar instansi akan memperkuat posisi Sulawesi Utara sebagai destinasi favorit bagi investor internasional. Dengan birokrasi yang lebih simpel dan pengawasan yang tetap terjaga, Imigrasi Sulut siap menjadi garda terdepan dalam mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan.
Popular posts:
- Diduga Melobi Pejabat Polda Sulut Berkordinasi… (16,011)
- Cewek Cantik Ini Kasih Tebakan, Jawabannya Bikin Baper (14,622)
- Tipidkor Nomor 9 Polda Sulut Periksa 2 Jam Kaban… (7,603)
- Lawan Covid-19, Maria Vania Bisa Berhubungan Intim 3… (7,542)
- Gara-gara Cukur Kelapa 8 Perangkat Desa Kali Selatan… (6,935)
- Raja Mafia Tanah Agus Elektrik Alias Abidin,… (5,862)
- KPU RI Launching Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan… (5,324)
- Judi Togel Makin Marak di Minahasa, Aparat di Minta… (4,823)
- Rio Dondokambey di mintai keterangan Polda Sulawesi Utara (4,623)
- Suka Duka Pertamina Salurkan BBM Satu Harga di… (4,183)






























Komentar