Warga Keluhkan Limbah PT. Kether Coco Bio “Cemarkan” Kuala Kema

Suluttimes.com, AIRMADIDI – Salah satu perusahaan, sebut saja PT. Kether Coco Bio berlokasi di Desa Tontalete, Kecamatan Kema, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) memproduksi santan kelapa belakangan menjadi sorotan masyarakat setempat.

Betapa tidak, bau tidak sedap tercium diduga akibat limbah perusahaan, sengaja dialirkan melalui saluran menuju Kuala (Sungai, red), konon dipakai masyarakat sebagai sumber air minum, peternakan maupun pertanian.

Aliran sungai yang mengalir dari Tontalete ke Kema, diduga tercemar akibat limbah cair PT. Kether Coco Bio.
Tak heran, masyarakat setempat mulai resah dan mempertanyakan ijin perusahaan tersebut.

“Perusahaan besar, namun tidak memperhitungkan dampak lingkungan. Diduga, pihak perusahaan sengaja menjadikan aliran sungai sebagai buangan akhir limbah,” sentil warga kepada sejumlah wartawan yang ikut mengambil gambar/video dimana aliran limbah melewati saluran menuji Kuala yang menjangkau Wilayah Kecamatan Kema.

Baca Juga  Sosialisasi Amdal, PT BMA Libatkan Pemdes Maumbi

Konon, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) lengkap dan berkualitas saat perusahaan mulai uji coba/produksi atau beraktivitas harusnya memperhitungkan dan menjaga kebersihan lingkungan dan mematuhi standar kesehatan.

IPAL memastikan limbah cair diproses secara aman sebelum dibuang ke lingkungan, guna mengurangi risiko pencemaran.
Sehingga dibutuhkan fitur-fitur inovatif, menjadikannya solusi terbaik untuk kebutuhan pengolahan limbah yang ramah lingkungan.

Sementara Kuasa Hukum Perusahaan yang dihubungi via WhatsApp (WA) terkait persoalan limbah akan dikoordinasikan dengan bagian teknis pengolahan limbah.
” Saya akan minta penjelasan dari tenaga teknis limbah. Sekarang ini Perusahaan sementara melakukan uji coba,” timpalnya. (dw/st)

(Visited 173 times, 1 visits today)

Komentar