Talaud,Suluttimes.Com Sentra Pelayanan Masyarakat Terpadu Polsek Lirung menerima Laporan Polisi terkait Kasus Pelemparan Kendaraan dan Pengancaman serta tindakan penghadangan terhadap petugas PLN Lirung.21/4/2021.

Kapolsek Lirung Iptu La Ali saat dikonfirmasi mengatakan Awalnya ada warga masyarakat desa kalongan utara yang melakukan tindakan penghadangan terhadap petugas PLN Lirung dikarenakan aliran listrik sering padam dan tidak sesuai jadwal yang di edarkan oleh pihak PLN Lirung dan pagi ini telah membuat Laporan Polisi di Polsek Lirung dan petugas kepolisian sudah turun ke TKP untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kronologisnya saat itu petugas PLN lelaki Dedy Jacobus bersama rekannya sedang melakukan perbaikan gangguan di lokasi kediaman pelanggan atas nama Ben Sasauw yang berlokasi di desa kalongan selatan kemudian setelah kedua korban selesai melakukan perbaikan tersebut dengan tujuan kembali menuju PLN Lirung tiba-tiba tepatnya di desa kalongan utara kedua korban merasakan adanya lemparan batu yg mengena di bagian mobil yg dikendarai oleh korban lk.Dedy Jacobus sehingga kedua korban tersebut langsung bergegas turun dari mobil dan melihat keadaan sekitar sampai mencoba bertanya kepada beberapa orang yang ada di sekitar lokasi namun dikarenakan situasi saat itu dalam keadaan gelap sehingga kedua korban tidak terlalu kenal dengan orang – orang yang ada di sekitar lokasi.
Namun tidak berlangsung lama kedua korban melihat adanya cahaya lampu senter yang mendekati kedua korban saat itu dan terlihat saat itu yaitu terlapor lelaki .Ratu Loli yang menggunakan senter sambil memegang sebuah parang sehingga korban lelaki Sofyan Awawangi langsung mendekati terlapor dengan maksud menegur terlapor namun tidak dihiraukan oleh terlapor dan kemudian situasi makin memanas sampai beberapa warga masyarakat terkumpul di lokasi tersebut yang saat itu kedua korban sudah merasa ketakutan sampai akhirnya istri dari terlapor dan beberapa warga mencoba menenangkan terlapor yang saat itu sudah mengeluarkan ancaman kepada kedua korban sambil memegang sebuah parang ( sajam ) sampai kedua korban merasa terancam.
Saat itu juga petugas PLN langsung kembali ke PLN Lirung dan Pada keesokan harinya melaporkan kejadian tersebut.























Komentar