Suluttimes.com, AIRMADIDI : Batas Wilayah Minahasa Utara kembali disinggung pada saat Anggota DPRD Minut, Stendy S Rondonuwu (SSR) menggelar reses masa persidangan I tahun sidang III tahun 2021 berlokasi di rumahnya, Desa Maumbi, Kecamatan Kalawat, Minahasa Utara (Minut), Jumat (03/12/21).
Nampak hadir dalam reses Ketua DPC Partai Demokrat Minut, diantaranya Camat Kalawat Dra. Indri Nassa, PJ Kumtua Desa Maumbi Johni Tanod S. Sos, Perangkat Desa, Pengurus BPD, TP PKK Maumbi, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat, masyarakat sekitar daerah pemilihan (Dapil) II meliputi Kecamatan Kalawat dan Kecamatan Airmadidi, serta staf DPRD Minut.
Aspirasi Masyarakat Minahasa Utara
Berbagai persoalan terangkat lewat aspirasi masyarakat diantaranya sarana air bersih, penerangan jalan, masalah banjir, bahkan wacana pembangunan Gapura sebagai petunjuk memasuki wilayah Minahasa Utara. Sebab Desa Maubi merupakan pintu gerbang memasuki Kabupaten Minahasa Utara. Bahkan masyarakat teropsesi agar ada pembangunan ‘Tugu Biapong’ di Desa Maumbi.
Diketahui Desa Maumbi mendapat predikat juara III Desa Kuliner tingkat Nasional berlangsung di Jakarta Agustus 2021 kemarin.

Yang menarik, aspirasi yang disampaikan Bendahara Partai Demokrat Minut Yantje Enoch.
Om Yan sapaan mantan Kumtua Desa Maumbi lebih mempertegas soal penetapan batas-batas wilayah Minahasa Utara.
Minahasa Utara Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP)
Menurutnya, Kabupaten Minahasa Utara kedepan semakin berkembang, apalagi dengan ditetapkannya Likupang yang merupakan wilayah Kabupaten Minahasa Utara sebagai Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP). Sementara batas-batas wilayah Minahasa Utara katanya belum ada kejelasan, khusus antara Kota Manado dan Kabupaten Minahasa Utara, halnya diwilayah perbatasan Kabupaten Minahasa.
“Saya mantan Kumtua Desa Maumbi 2 Periode lebih, jadi saya tahu soal ini. Belasan tahun lalu saat saya menjabat pernah berselisih paham soal batas wilayah dengan pemerintah Kota Manado. Hingga dipertemukan dengan asisten I Pemprov Sulut, bahkan sampai sekarang belum membuahkan hasil. Dengan keberadaan pak Stenly di DPRD Minut. Apalagi warga Desa Maumbi bersebelahan dengan wilayah Kota Manado agar masalah batas-batas wilayah ini perlu diclearkan,” saran Enoch.
Berbagai persoalan sebagaimana aspirasi masyarakat, sebut saja masalah banjir dan akan dibuatkan talud khusus di SMPNÂ Maumbi, air bersih, beberapa titik lampu penerangan jalan yang mati ditegaskan Rondonuwu akan terselesaikan dalam waktu dekat.
“Saya harap semua ikut terlibat, pemerintah Desa, dibackup pemerintah Kecamatan, bisa disinkronkan dengan program-program Desa. Untuk lampu akan disediakan 40 titik, sebelum Natal Desa Maumbi sudah terang benderang. Harus sinkron dengan slogan Minut Hebat, visi-misi JG-KWL,” ujar ketua Fraksi Partai Demokrat di DPRD Minahasa Utara.
Tugu Biapong Minahasa Utara
Terkait wacana pembangunan ‘Gapura’ ataupun pembangunan ‘Tugu Biapong’. Menurut Stendy bisa terakomodir anggarannya, yang perlu digaris bawahi perencanaan awal soal lahan, jangan kedepan justru muncul masalah baru, karena penempatannya di tanah milik orang. “Pemerintah Desa upayakan lahan, letaknya strategis mudah-mudahan kedepan bisa terlaksana,” lanjut anggota Badan Anggaran (Banggar) Dekab Minahasa Utara.
“Sementara untuk tapal batas wilayah, saya akui masih perlu dibahas dengan pemerintah Kabupaten. Saya juga minta teman-teman media bisa follow up masalah ini. Sebab persoalan tapal batas dua wilayah sudah menjadi wewenang Pemerintah Provinsi. Namun selaku anggota DPRD Minut akan terlibat menggenjot hal ini dengan eksekutif, khusus bidang pemerintahan jajaram Pemkab,” tambah anggota Bapemperda DPRD Minahasa Utara .
Àcara ini diakhiri dengan ramah tamah, warga juga dihadiahi kalender tahun 2022, dan beras didalamnya terdapat secarik kartu nama tertulis Selamat merayakan Natal 25 Desember 2021 dan Tahun Baru 1 Januari 2022 dari Keluarga Rondonuwu-Lotulung. (dw/st)

























Komentar