Cegah Api Meluas, Damkar Minut Bergerak Cepat Padamkan Kebakaran Lahan di Depan Rae Waya Hills

Suluttimes.com, MINUT – Respons cepat petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Minahasa Utara berhasil mengendalikan kebakaran lahan di depan kawasan Rae Waya Hills, Airmadidi, Kamis (22/10/2026). Penanganan segera dilakukan untuk mencegah kobaran api meluas dan mengancam kawasan wisata maupun fasilitas umum di sekitarnya.

Personel Damkar Minahasa Utara dikerahkan setelah menerima informasi melalui layanan darurat Call Centre 112, yang kemudian diperkuat dengan laporan langsung dari masyarakat. Armada pemadam bersama Tim Reaksi Cepat segera menuju lokasi untuk melakukan upaya pemadaman dan melokalisasi titik api.

Langkah cepat tersebut menjadi bagian dari upaya mengantisipasi meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan vegetasi dan lahan kering lebih mudah terbakar.

Baca Juga  Diduga, Bupati Minsel Terseret Kasus Gratifikasi Miliaran Rupiah

Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara melalui Dinas Damkar dan Penyelamatan terus mengoptimalkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi kebakaran. Penanganan cepat di lapangan dinilai penting untuk mencegah api merambat ke area lain yang dapat membahayakan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Seiring meningkatnya kejadian kebakaran lahan belakangan ini, Dinas Damkar dan Penyelamatan Minahasa Utara juga mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan berperan aktif dalam mencegah karhutla.

Warga diimbau tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta tidak membuang puntung rokok yang masih menyala di area kering atau kawasan yang mudah terbakar. Masyarakat juga diminta segera melaporkan kepada layanan darurat Call Centre 112 apabila menemukan titik api agar dapat ditangani secepat mungkin.

Baca Juga  Polda Sulut Peringati Nuzulul Qur'an 1445 H, Dihadiri Kapolda dan Penceramah Syeikh Muhammad Husein Qadafi

Berkat kesigapan petugas, kebakaran lahan di depan kawasan Rae Waya Hills berhasil dikendalikan. Meski demikian, petugas tetap melakukan pemeriksaan untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa dan berpotensi memicu kebakaran susulan.

Penanganan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa pencegahan karhutla membutuhkan kesiapsiagaan petugas serta kepedulian masyarakat dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya saat kondisi cuaca membuat lahan lebih rentan terbakar.(dw/st)

(Visited 1 times, 1 visits today)

Posting Terkait

Baca Juga

Komentar