Suluttimes.com, MANADO — Komoditas kelapa dinilai memiliki prospek besar tidak hanya bagi ketahanan pangan, tetapi juga sebagai bagian dari pengembangan energi baru terbarukan. Hal tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pelaksanaan World Coconut Day 2026 yang digelar di Courtyard by Marriott Manado, Sulawesi Utara, Kamis (8/10/2026).
Forum internasional yang mempertemukan delegasi dari 22 negara anggota International Coconut Community (ICC) tersebut dibuka langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia, Zulkifli Hasan.
Momentum tersebut sekaligus menjadi kebanggaan bagi Kabupaten Minahasa Utara. Bupati Minahasa Utara yang juga Sekretaris Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI), Dr. Joune Ganda, menerima penghargaan dari ICC atas kontribusinya dalam pengembangan komoditas kelapa.
Penghargaan tersebut dinilai menjadi bentuk pengakuan terhadap berbagai upaya dalam mendorong pengembangan sektor kelapa, termasuk kerja para petani dan pemangku kepentingan di daerah.
Usai menerima penghargaan, Joune Ganda menyampaikan bahwa World Coconut Day menjadi ruang penting untuk membicarakan masa depan komoditas kelapa dalam skala yang lebih luas.
Menurutnya, pembahasan mengenai kelapa tidak lagi sebatas pada kepentingan daerah maupun nasional, tetapi telah berkembang menjadi agenda global mengingat besarnya manfaat dan potensi ekonomi komoditas tersebut.
“Agenda ini membahas bagaimana pengembangan kelapa ke depan bukan hanya di Sulawesi Utara atau di Indonesia, tetapi juga di dunia. Karena kita tahu kelapa ini memiliki makna yang sangat luar biasa, bisa menopang kehidupan termasuk meningkatkan ketahanan pangan, di samping itu juga dari sisi energi karena beberapa produk kelapa bisa dijadikan energi baru terbarukan yang strategis,” ujar Joune Ganda.
Ia menjelaskan, keunggulan kelapa terletak pada banyaknya bagian tanaman yang dapat dimanfaatkan dan diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi.
Karena itu, pengembangan industri kelapa menurutnya perlu diarahkan tidak hanya pada peningkatan produksi bahan mentah, tetapi juga pada pemanfaatan berbagai produk turunannya.
“Kelapa memiliki manfaat yang sangat luar biasa karena dapat dimanfaatkan pada berbagai bagian. Kelapa antara lain berperan untuk mempertahankan atau meningkatkan ketahanan pangan. Di samping itu, kelapa juga dapat mendukung sisi energi karena beberapa hasil produk kelapa dapat dijadikan energi baru terbarukan,” tambahnya.
Bagi Minahasa Utara, penghargaan dari ICC tersebut sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperkuat sektor kelapa sebagai salah satu komoditas strategis daerah.
Pelaksanaan World Coconut Day 2026 juga menjadi momentum bagi Indonesia, khususnya Sulawesi Utara, untuk memperkuat posisi di sektor kelapa sekaligus membuka peluang kerja sama dengan negara-negara anggota ICC.
Kolaborasi lintas negara diharapkan dapat mendorong pengembangan berbagai produk turunan kelapa sehingga memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, sekaligus membuka peluang pemanfaatan kelapa sebagai bagian dari solusi energi baru terbarukan.(dw/st)























Komentar