Suluttimes.com – Empat tim diantaranya Italia, Waless, Belgia dan Belanda akhirnya lolos ke putaran kedua, 16 besar EURO 2020.
Italia menjadi satu-satunya tim yang beraksi tiga kali klasemen Piala Eropa 2020 dengan catatan tanpa kebobolan.
Menang atas Turki dan Swiss masing-masing tiga gol. Kemudian melibas timnas Waless (1-0) di fase Grup A.
Gli Azzurri benar-benar sangat merindukan gelar EURO setelah terakhir kali menjuarainya di tahun 1968. Sesudahnya, timnas Italia berhasil lolos dua kali ke final Piala Eropa, yakni tahun 2000 dan tahun 2012.
Dari empat tim yang sudah menapakkan kaki pada babak 16 besar EURO 2020, timnas Waless maupun Belgia dianggap belum membuat prestasi gemilang di kampiun Eropa.
Pencapaian terbaik Belgia “hanya” menjadi finalis pada Piala Eropa 1980 berlangsung di Stadion Olimpico dimana Belgia menyerah 1-2 atas ketangguhan timnas Jerman.
Kali ini, klasemen EURO 2020, Belgia yang berada di Grup B berhasil merontokkan timnas Denmark dengan skor 2-1, kemudian kandaskan timnas rusia telak (3-0).
Selanjutnya timnas Belanda.
Anak-anak asuh Frank de Boer
unggul atas timnas Ukraina (3-2), kemudian menuntaskan perlawanan Austria (2-0) dalam laga Grup C di hadapan suporternya sendiri, Stadion Johan Cruijff Arena.
Menariknya, di pentas Piala Eropa 2020, skuad Belanda mencatatkan rekor dengan menurunkan dua pemain dengan rentang usia paling jauh dalam sebuah pertandingan EURO.
Ada perbedaan jarak 19 tahun, 236 hari antara Maarten Stekelenburg (38 tahun, 268 hari) dan Ryan Gravenberch (19 tahun, 32 hari).
Sama halnya timnas Italia, timnas Belanda mempunyai pengalaman merajai EURO.
Belanda melakukannya pada Piala Eropa 1988 di Jerman.
Saat itu, timnas Belanda mempunyai striker yang sangat mengerikan di depan gawang lawan, sebut saja Marco van Basten.
Van Basten menutup EURO 1988 dengan status top scorer dengan koleksi lima gol.
Gol pamungkas Van Basten pada partai final dengan menyarangkan gol di menit ke-54, memastikan skuad Belanda unggul atas timnas Uni Soviet tanpa balas (2-0).
Setelah keberhasilan di tahun 1988, Belanda hanya bertengger di semifinal EURO 1992, 2000 dan 2004.
Apakah, timnas Belanda dalam laga piala Eropa 2020 akan kembali mendulang kejayaannya seperti sebelumnya.
“Dalam sebuah turnamen, anda harus terus berkembang. Terutama perasaan yang anda miliki tentang kebersamaan sebagai sebuah tim, sebuah kesatuan,” ujar Frank de Boer seperti dilansir BolaSport.com situs resmi UEFA. (**)
























Komentar