Inovasi EBT! PLTP Lahendong Buktikan Panas Bumi Aman di Tengah Kota


Sulut Times, TOMOHON (20/11/2025) – Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lahendong di Kota Tomohon, Sulawesi Utara, tidak hanya dikenal sebagai penopang energi terbarukan terbesar di wilayah Sulutgo (Sulawesi Utara dan Gorontalo), tetapi juga sebagai model unik pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) yang mampu berdampingan secara harmonis dengan kehidupan perkotaan.


Beroperasi selama lebih dari dua dekade, PLTP Lahendong Unit 1-4, yang dikelola oleh PT Indonesia Power (PLN IP), telah membuktikan bahwa energi panas bumi dapat dikembangkan secara aman di tengah pusat populasi. Karakteristik ini menjadikannya satu-satunya pembangkit panas bumi di Indonesia yang berlokasi di wilayah perkotaan.


Manajer Unit Layanan Pusat Listrik PLTP Lahendong PLN IP, H.S.M. Saragih, menegaskan keunikan ini. “Di seluruh Indonesia, pembangkit panas bumi umumnya berada di kabupaten, kecamatan, atau desa. Lahendong satu-satunya di perkotaan, tepatnya di Kota Tomohon. PLTP Lahendong menjadi contoh konkret bahwa pembangkit panas bumi tidak hanya aman bagi lingkungan, tetapi juga bisa berdampingan dengan kehidupan perkotaan,” ujar Saragih, Rabu (30/10/2025).

Baca Juga  Terangi Masa Depan: PLN UP3 Tahuna Dukung Revitalisasi Dan Digitalisasi Sekolah Lewat Supersun Di Desa Beeng


Dengan total daya terpasang 80 Mega Watt (MW) dari empat unit (4×20 MW), PLTP Lahendong saat ini memasok sekitar 18% dari total beban puncak sistem kelistrikan Sulutgo yang tercatat mencapai 490 MW. Kontribusi signifikan ini melampaui sumber EBT lainnya seperti PLTA dan PLTS, menjadikannya tulang punggung pasokan listrik bersih yang andal.


Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menggarisbawahi peran strategis ini. “Keberadaan PLTP Lahendong ini membuktikan bahwa sejak lama PLN telah menjadi pionir dalam pengembangan energi terbarukan di Tanah Air,” kata Darmawan, menegaskan komitmen PLN dalam transisi energi menuju Net Zero Emissions (NZE).


Dimulai dari eksplorasi pada periode 1994–1996 dan beroperasi komersial Unit 1 sejak tahun 2001, PLTP Lahendong telah menjadi pionir pengembangan panas bumi di kawasan timur Indonesia. Unit 1 kini telah beroperasi selama 25 tahun dan masih beroperasi maksimal, membuktikan keandalan teknologinya.

Baca Juga  PLN UID Suluttenggo Gelar Donor Darah Sambut HLN ke-80, 31 Kantong Darah Terkumpul


Selain menjamin stabilitas pasokan, PLTP Lahendong juga berperan aktif dalam agenda dekarbonisasi nasional. Pembangkit ini tersertifikasi untuk menyuplai Renewable Energy Certificate (REC), sebuah bukti kontribusi nyata terhadap pengurangan emisi karbon dari sektor kelistrikan.


Keberadaan PLTP Lahendong di Kota Tomohon mengirimkan pesan kuat bahwa transisi menuju energi bersih dan berkelanjutan dapat diwujudkan tanpa mengorbankan keseimbangan ekosistem maupun kenyamanan masyarakat perkotaan

(Visited 111 times, 1 visits today)

Posting Terkait

Baca Juga

Komentar