Sulut Times, Minahasa : Memasuki semester kedua tahun 2025, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Minahasa masih menunjukkan angka yang mengkhawatirkan. Dari data mulai Januari hingga Juli 2025, tercatat 79 kasus serta satu kasus meninggal dunia telah dilaporkan hingga minggu pertama bulan Juli.
Kondisi ini diperparah oleh cuaca yang tidak menentu dan dampak banjir yang melanda beberapa waktu lalu. Kepala Dinas Kesehatan Minahasa, dr. Olviane Rattu, dalam keterangannya di Kantor Dinas Kesehatan Minahasa, hari ini, menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Angka kejadian demam berdarah memang tetap masih ada di Kabupaten Minahasa. Ini juga karena dampak cuaca yang tidak menentu dan juga kemarin ada peristiwa banjir,” ujar dr. Olviane Rattu. “Tapi yang paling penting adalah memang kebersihan dari lingkungan masyarakat masing-masing.”
Pihak Dinas Kesehatan terus mengimbau masyarakat untuk meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), termasuk menjaga lingkungan agar tidak terjadi penggenangan air hujan atau air bersih lainnya yang dapat menjadi habitat perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti, pembawa virus DBD.
Lebih lanjut, dr. Olviane Rattu juga memperkenalkan sistem pelaporan gejala DBD yang inovatif melalui “Sigulmer.” “Ketika masyarakat mengetahui ada gejala-gejala mungkin sakit panas, menelan seperti flu biasa, dengan sebuah scan barcode yang bisa didapatkan di semua puskesmas yang ada di Minahasa, masyarakat boleh langsung menginformasikan, melaporkan kepada kami, dinas kesehatan, juga puskesmas terdekat,” jelasnya.
Sistem pelaporan ini diharapkan dapat mempercepat respons Dinas Kesehatan dan puskesmas terdekat. “Supaya betul-betul ketika memang mengalami hal seperti ini akan segera ditindaklanjuti, baik dari segi pelayanan kesehatannya maupun kebersihan lingkungannya,” tambah dr. Olviane Rattu. Tindakan selanjutnya, seperti fogging atau penyemprotan, akan dilakukan berdasarkan kasus per kasus yang ada.
Dr. Olviane Rattu menegaskan kembali pentingnya koordinasi antara masyarakat dengan pemerintah setempat dan puskesmas terdekat untuk melaporkan kondisi terkini terkait gejala yang mengarah pada DBD. “Kasus-kasus demam berdarah ini tidak boleh dipandang enteng, tidak boleh dianggap remeh karena bisa berdampak kepada kasus kematian yang tidak bisa ditanggulangi kalau tidak diberikan penanganan segera mungkin,” tegasnya.
Penyakit yang disebabkan oleh virus ini berpotensi menyebabkan kematian, tidak hanya pada anak-anak, tetapi juga pada masyarakat dan orang dewasa lainnya. Oleh karena itu, kesadaran dan tindakan proaktif dari seluruh elemen masyarakat menjadi kunci dalam menekan angka kasus DBD di Kabupaten Minahasa.
Popular posts:
- Diduga Melobi Pejabat Polda Sulut Berkordinasi… (16,017)
- Cewek Cantik Ini Kasih Tebakan, Jawabannya Bikin Baper (14,806)
- Tipidkor Nomor 9 Polda Sulut Periksa 2 Jam Kaban… (7,608)
- Lawan Covid-19, Maria Vania Bisa Berhubungan Intim 3… (7,556)
- Gara-gara Cukur Kelapa 8 Perangkat Desa Kali Selatan… (6,947)
- Raja Mafia Tanah Agus Elektrik Alias Abidin,… (5,883)
- KPU RI Launching Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan… (5,330)
- Judi Togel Makin Marak di Minahasa, Aparat di Minta… (4,827)
- Rio Dondokambey di mintai keterangan Polda Sulawesi Utara (4,625)
- Suka Duka Pertamina Salurkan BBM Satu Harga di… (4,208)





























Komentar