Sulut Times, MANADO – Program revitalisasi fisik sekolah di Sulawesi Utara kini memasuki babak baru. Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi Sulawesi Utara menekankan bahwa perbaikan sarana prasarana pendidikan tidak boleh hanya berhenti pada pembangunan gedung, melainkan harus menjamin kualitas dan keberlanjutan jangka panjang.
Kepala BPMP Sulawesi Utara, Febry H.J. Dien, S.T., M.Inf.Tech. (Man), mengungkapkan bahwa selama ini program revitalisasi fisik sekolah masih menghadapi tantangan terkait pemerataan dan optimalisasi perencanaan. Menurutnya, dibutuhkan sinkronisasi antara anggaran yang dikucurkan dengan kondisi riil di lapangan.
Febry menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap proyek-proyek yang telah berjalan. Ia menyebut bahwa setiap rupiah yang digunakan harus berdampak langsung pada kenyamanan belajar siswa.
“Kami mendorong adanya optimalisasi berbasis pemetaan kondisi riil. Fokus kita bukan hanya ruang kelas, tapi juga standar sanitasi yang layak, perpustakaan yang representatif, hingga laboratorium yang fungsional,” ujar Febry.
Salah satu poin krusial yang disoroti adalah kualitas bangunan. BPMP Sulut berkomitmen untuk memperkuat pengawasan dan pendampingan teknis selama proses konstruksi berlangsung. Hal ini dilakukan guna menghindari adanya ketidaksesuaian spesifikasi yang dapat merugikan pihak sekolah di kemudian hari.
“Revitalisasi tidak boleh asal jadi. Pengawasan harus ketat sejak tahap perencanaan hingga serah terima bangunan. Pendampingan teknis adalah kunci agar kualitas fisik bangunan sesuai dengan standar mutu pendidikan,” tegasnya.
Hal yang paling menarik dari arah kebijakan baru ini adalah penekanan pada aspek keberlanjutan. Febry mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memiliki rasa tanggung jawab terhadap fasilitas pendidikan melalui pendekatan kearifan lokal.
“Keberlanjutan sarana prasarana adalah tanggung jawab bersama. Melalui pendekatan Mapalus, kami ingin melibatkan masyarakat secara aktif dalam menjaga dan merawat fasilitas sekolah pasca-revitalisasi. Jika sekolah terjaga dengan baik, maka generasi mendatang di Sulawesi Utara akan terus menikmati fasilitas yang berkualitas,” pungkas Febry.
Dengan langkah-langkah strategis ini, diharapkan disparitas kualitas sarana pendidikan antar wilayah di Sulawesi Utara dapat terkikis, menciptakan lingkungan belajar yang merata bagi seluruh siswa.
Popular posts:
- Diduga Melobi Pejabat Polda Sulut Berkordinasi… (16,017)
- Cewek Cantik Ini Kasih Tebakan, Jawabannya Bikin Baper (14,805)
- Tipidkor Nomor 9 Polda Sulut Periksa 2 Jam Kaban… (7,608)
- Lawan Covid-19, Maria Vania Bisa Berhubungan Intim 3… (7,556)
- Gara-gara Cukur Kelapa 8 Perangkat Desa Kali Selatan… (6,947)
- Raja Mafia Tanah Agus Elektrik Alias Abidin,… (5,883)
- KPU RI Launching Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan… (5,330)
- Judi Togel Makin Marak di Minahasa, Aparat di Minta… (4,827)
- Rio Dondokambey di mintai keterangan Polda Sulawesi Utara (4,625)
- Suka Duka Pertamina Salurkan BBM Satu Harga di… (4,207)


























Komentar