Suluttimes.com, AIRMADIDI – Program Gereja GMIM Moria Kolongan bekerja sama dengan Pemerintah Desa (Pemdes) Kolongan menggelar kawin masal,Jumat (05/05/23).
Tercatat ada empat pasangan pengantin yang ambil bagian dalam Peneguhan dan Pemberkatan nikah berlangsung tepat pukul 15.00 Wita, ibadah pemberkatan nikah masal ini dipimpin langsung Ketua Jemaat GMIM Moria Kolongan, Pdt Steven Tampi STh.
Perkawinan masal ini disaksikan Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ), para pelayan khusus (Pelsus) dengan melibatkan pihak pemerintah melalui Petugas Pencatatan Sipil, juga hadir Kumtua Desa Kolongan Yohanis Wangania, serta diramaikan sebagian keluarga dari para pengantin.
Dalam khotbahnya, Pdt Steven Tampi STh memberikan motivasi bagi empat pasangan pengantin yang akan dinikahkan. Antara lain menghadirkan Allah ketika menaungi bahtera rumah tangga. Sebab Allah sendiri yang akan melengkapi dan meneguhkan iman kita.
Untuk itu, Pdt Steven mengingatkan perlu ada pondasi yang kokoh dengan menghadirkan Allah dalam membangun hidup berumah tangga.
Pendeta Steven memastikan bahwa setiap pasangan pengantin yang akan diteguhkan diyakini sudah saling mengenal. Sehingga begitu yakin akan keputusan hidup bersama dalam sebuah perkawinan.
“Iman suami isteri harus tetap bertumbuh, kuat dan idak boleh goyah. Jangan mau diombang-ambing oleh kesenangan dunia. Sebab, Iblis selalu mengincar dan ingin menghacurkan hidup keluarga kita. Apalagi baru menapaki rumah tangga baru,” pesan Pdt Steven bagi calon pengantin yang akan diteguhkan.
Terpisah, Sekretaris Jemaat GMIM Moria Kolongan, Pnt Alista Makatangin menjelaskan, bahwa perkawinan masal yang diadakan ini baru pertama kali digelar tahun 2023.
Program ini sebut Pnt Alista Makatangin telah melewati berbagai proses pembahasan panjang lintas Badan Pekerja Majelis Jemaat (BPMJ).
“Program ini baru dilaksanakan di tahun 2023 setelah dibahas dan disepakati BPMJ. Alasan program perkawinan masal dilaksanakan dengan melihat situasi dan kondisi di Jemaat. Pihak Gereja kolaborasi dengan Pemerintah Desa Kolongan. Akhirnya tercatat hari ini ada empat pasangan pengantin yang dinikahkan. Juga dirangkaikan dengan sakramen babtisan,” terangnya.
Senada Kumtua Desa Kolongan, Yohanis Wangania mengatakan, pihaknya sangat mensuport program gereja. “Kemitraan pemerintah dan Gereja harus berjalan baik,” sebut Wangania singkat. (dw/st)

























Komentar