Suluttimes.com, AIRMADIDI – Kejuaraan Daerah (Kejurda) Cabang olahraga atletik antar Kabupaten/Kota di Sulut berlangsung di Stadion Maesa, Tondano, Minahasa tuntas digelar, Sabtu (01/04)23).
Hasilnya, tim atletik Minahasa Utara (Minut) berhasil menjadi juara umum dengan mengoleksi 22 medali terdiri dari, 12 medali emas, 3 perak dan 7 perunggu dalam kejuaraan tersebut notabene sebagai ajang seleksi Pra kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (Pra PON) 2023.
Sementara pada posisi kedua, Tim Minahasa dengan 19 medali, terbagi 5 emas, 6 perak dan 8 perunggu, berikut Tim Minahasa Tenggara dengan mengantongi 18 medali terdiri 5 emas, 7 perak dan 6 perunggu.
Ketua Persatuan Atletik Seluruh Indonesia Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Jemmy Mokolensang mengatakan, kejurda kali ini diikuti atlet junior dan senior.
Dikatakan Mokolensang, atlit junior Britney Pendong yang masih duduk di SMA kelas 1 berhasil menyabet 100, 200 serta 4 x 100 Putri, dan hampir semua kelas atlit-atlit putra putri menyabet emas 100, 200, 400, 800, 1500 dan 3000 hingga hampir semua cabang dan berhasil memboyong 12 medali emas.
“Atlit Minut junior sangat menonjol, mereka sapu bersih hampir semua kelas yang dipertandingkan. Seperti Britsney Pendong menjadi raja di kelas 100 dan 200 meter putri junior. Saya prediksi akan mendampingi Seniornya Valentin Lonteng yang saat ini pemegang Rekor nasional 100 dan 200 meter putri,” sebut Mokolensang.
Lanjutnya, target atlit akan dipersiapkan ke Jateng Open bulan Mei, Kejurnas di Bogor serta Prapon akhir Juni dan Popnas di Palembang.
“Dengan melihat keunggulan atlit-atlit Minahasa Utara saat ini, diharapkan akan mengembalikan kejayaan atletik Minut di kancah nasional, seperti Betty Podung, Yantje Denga, Hendrik Mandagi dan Herman Mandagi dan masih banyak lagi atlit Minut liannya,” kuncinya.
Senada Ketua Harian KONI Sulut, Brigjen TNI Theo Kawatu SIP mengakui prestasi Cabor stletik tidak datang dengan sendirinya, butuh proses bagaimana mendapatkan sprint yang cepat, otot yang kuat untuk lompatan dan lempar tolak harus perbanyak latihan.
Tak heran, Kawatu memberikan apresiasi kepada Pengprov PASI yang selalu mengadakan kompetisi kejuaraan untuk kemajuan cabor Atletik.
“Cabor ini membutuhkan kondisi tubuh yang prima. Untuk itu jaga betul kondisi atlet, karena sebulan latihan penuh dan begitu kita jatuh sakit kondisinya berubah mulai lagi dari nol,” timpal mantan atlit Nasional. (dw/st).

























Komentar