Isak Tangis Anak Rendy Odang saat Jemput Jenazah Ayahnya Pulang dari Kamboja

Sulut Times, Manado : Isak tangis keluarga menyambut kedatangan jenazah Rendy Ondang Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang meninggal di Kamboja.

Lebih memilukan lagi di saat kedua anak almarhum Rendy, tidak berhenti menangis memanggil ayah mereka yang telah terbujur kaku di dalam peti dan tertutupi kain hitam.

“Papi, papi, papi berteriak histeris sembari menangis anak kedua almarhum memanggil – manggil ayahnya” , yang saat itu berada di pelukan salah seorang keluarga dekat almarhum.

Sementara Istri almarhum Thika Lamongi terlihat membawa karangan bunga tangan dengan wajah yang terlihat menahan kesedihan yang sangat mendalam di sertai isak tangis seraya mengendong anaknya yang paling bungsu berumur sekitar 3 tahun yang dengan wajah lucu dan lugu karena belum mengerti apa yang di alami oleh ayahnya.

Pihak Kementerian Luar Negeri yang di wakili Fungsional Madya Diplomat Arif Suyoko menyampaikan ucapan berbela sungkawa kepada Istri dan anak – anak almarhum beserta keluarga Rendy Ondang dan secara resmi menyerahkan jenazah kepada pihak keluarga yang diterima langsung Ibu dan Ayah Rendy.

Baca Juga  Sukses Uji Coba Incinerator, Walikota Manado Susun Rencana Kinerja Penyelesaian Sampah Bersama Para Camat

Mewakili Tokoh Agama Desa Warembungan, Pdt. Marfo Samuel memimpin doa sebelum peti jenazah di bawah ke rumah duka di Desa Warembungan.

Dalam penyambutan jenasah, di hadiri berbagai pihak terkait seperti Kepala BP2MI Sulut Hendra Makalalag. Welly Lumi Kuasa Hukum Korban dari Membara LAW Firm, Kanwil Kemenkumham Sulut di wakili petugas Imigrasi Manado di bandara Internasional Sam Ratulangi dan pihak Bea Cukai.

Diketahui, Rendy Ondang dan istrinya Thika Lamongi baru dua minggu bekerja di salah satu perusahaan milik pengusaha China yang beroperasi di Negara Kamboja, hingga ajal menjemput almarhum.

Rendy yang kabarnya melarikan diri untuk melapor ke KBRI Kamboja pada tanggal 19 Maret. Kemudian di temukan meninggal di hutan salah satu Desa di Kamboja pada tanggal 21 Maret 2023 dengan kondisi mengenaskan terikat tali di bagian leher.

Namun oleh sejumlah warga khusus para Netizen menduga, kematian korban tidak wajar.

Karena sebelum di temukan meninggal, ada dua video yang beredar di media sosial baik FB maupun Instagram, Rendy terlihat dalam kondisi hidup yang sementara di interogasi di dua tempat berbeda dengan memakai kaos, celana dan sepatu yang sama persis seperti yang di kenakan korban saat di temukan meninggal.

Baca Juga  Jelang Nataru, Bapenda Gelar Operasi Sadar Pajak

Meskipun warga menduga ada yang janggal dengan kematian Randy Ondang, keluarga almarhum termasuk istrinya menyatakan sudah merelakan dan tidak ingin memperpanjang kasus ini.

Pihak keluarga bahkan menolak jenasah Rendy Ondang untuk di outopsi.

Kepulangan jenasah almarhum Rendy Ondang dan istrinya ke Manado, semua biayanya di kabarkan di tanggung pihak perusahaan di mana almarhum bekerja berkat mediasi dan negosiasi pihak KBRI di Kamboja yang di dukung anggota DPR RI Sulut Hillary Brigitha Lasut bersama tim Kuasa Hukum dari Membara LAW Firm.

Musibah kematian Rendy Ondang Pekerja Migran asal Sulawesi Utara di harapkan dapat menjadi pembelajaran berharga kepada para pencari kerja di Daerah Nyiur Melambai dan pada umumnya di Indonesia, agar mengikuti proses perekrutan secara legal atau resmi dari perusahaan penempatan Pekerja Migran Indonesia yang resmi, sehingga kedepan sudah tidak akan ada lagi kasus – kasus seperti yang di alami almarhum.

Baca Juga  Imigrasi Bitung Akan Deportasi 3 WNA Philipina

Kabarnya, masih ada ratusan Pekerja Migran Indonesia yang bekerja di Kamboja dan saat ini sementara di data pihak KBRI di Kamboja serta di sejumlah negara lainnya seperti Philipina.

Postingan Populer

(Visited 372 times, 1 visits today)

Komentar