LSM dan Masyarakat Apresiasi BPJN Sulut, Minta Proyek Minahasa Jadi Standar Pengawasan Kualitas Nasional

Sulut Times, Minahasa – Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara mengambil tindakan tegas dan cepat terhadap temuan dugaan cacat mutu pada proyek pembangunan jalan/drainase di Minahasa yang sempat menjadi sorotan publik. Langkah ini di tunjukkan dengan pembongkaran langsung pada bagian pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

​Respons cepat ini mendapat pujian dari berbagai pihak. Ketua LSM Teropong Keadilan dan Hukum Kabupaten Minahasa, Hesky O. Kawengian, secara terbuka mengapresiasi keberanian PPK mengambil tindakan nyata.

​”Kami sangat mengapresiasi karena di sini sudah ada bukti pembongkaran pekerjaan yang tidak sesuai dengan spek,” ujar Hesky.

​Menindaklanjuti temuan di lapangan terkait mutu bahan, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.1 BPJN Sulut, Sam Yuda Haerani, S.T., menegaskan fokus utama timnya adalah memastikan kualitas, khususnya pada penggunaan pasir yang tidak bercampur tanah dan batu yang tidak berpori.

Baca Juga  Wadan Satgas TMMD ke-121 Beri Motivasi Kepada Anggota Sebelum Laksanakan Kegiatan

​Sam menyatakan sikap tegas BPJN Sulut dalam menghadapi kontraktor nakal.

​”Kami sudah menyatakan bahwa pekerjaan ini belum dibayar. Maka kalau pekerjaan ini tidak sesuai dengan spek, pekerjaan ini tidak akan dibayar atau akan dibongkar. Kami tidak mau meninggalkan pekerjaan-pekerjaan yang cacat mutu,” tegas Sam Yuda Haerani.

​Ia juga berjanji akan mengawasi pekerjaan sebaik mungkin. Sam menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi langsung dengan masyarakat untuk mencegah adanya pelaksana nakal yang berani menggunakan bahan bermutu rendah.

​Di sisi lain, masyarakat yang hadir di lokasi menyatakan kepuasan atas tanggapan cepat dari pihak BPJN, terutama setelah adanya tindakan pembongkaran. Hal ini mereka anggap sebagai respons positif BPJN Sulut terhadap kritikan publik.

Baca Juga  Proyek Drainase di Jalan Hasanudin Diduga Ada yang Main Mata, Warga : Drainase Tidak Berguna, Pantesan Masih Banjir

​Meski demikian, perwakilan masyarakat, Stefan Warouw, menegaskan bahwa pengawasan dari warga tidak akan berhenti.

​”Untuk selanjutnya, tetap kami akan awasi,” ujar Warouw.

​Proyek drainase ini d iharapkan dapat selesai tepat waktu, tepat mutu, tepat biaya, dan juga tepat administrasi. Komitmen PPK dan pengawasan aktif dari masyarakat di harapkan menjadi contoh sinergi yang baik, sekaligus pelajaran berharga untuk proyek-proyek pembangunan di masa depan agar selalu terlaksana sesuai standar.

(Visited 174 times, 1 visits today)

Posting Terkait

Baca Juga

Komentar