Peresmian Jembatan Garuda Dorong Percepatan Infrastruktur Dasar di Minahasa Utara


Suluttimes.com, MINUT — Jembatan Perintis Garuda atau jembatan gantung di Kelurahan Rap-Rap Kecamatan Airmadidi Kabupaten Minahasa Utara (Minut) resmi diresmikan secara virtual bersama Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Kamis (13/8/2026).
Harapan masyarakat Kelurahan Rap-Rap, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), untuk memiliki akses penghubung yang lebih mudah akhirnya terwujud.

Sekretaris Daerah (Sekda) Minut Novly Wowiling hadir mewakili Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin Lotulung. Ia didampingi jajaran Forkopimda, Wakil Ketua DPRD Minut Cynthia Imelda Erkles, Kepala Badan Kesbangpol Sammy Rompis, Camat Airmadidi Olvien Pandean, serta Lurah Rap-Rap Nitha Pandean.


Jembatan Garuda memiliki panjang 45 meter dan lebar 1,5 meter. Infrastruktur tersebut dibangun oleh Kodim 1310/Bitung di bawah kepemimpinan Dandim Letkol Inf I Dewa Made Darmawan Juniarta.


Bagi Pemkab Minut, keberadaan jembatan ini tidak sekadar menambah infrastruktur penghubung. Jembatan tersebut diharapkan dapat membuka akses masyarakat, memperlancar mobilitas, serta mendukung aktivitas ekonomi dan pertanian.

Baca Juga  Polres Minut Ungkap Empat Kasus, Dua Kasus Naik Tahap Sidik


Dalam arahannya, Presiden Prabowo memberikan apresiasi kepada jajaran TNI dan Polri yang terus hadir membantu masyarakat melalui berbagai kegiatan pembangunan dan pelayanan. Ia menekankan bahwa pengabdian TNI dan Polri merupakan bentuk kedekatan aparat dengan rakyat sekaligus mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun bangsa.


Pesan tersebut langsung direspons Pemkab Minut dengan langkah konkret. Novly mengatakan pemerintah daerah tidak ingin berhenti pada seremoni peresmian, tetapi akan segera memetakan kebutuhan infrastruktur berikutnya di wilayah Minut.


“Ini program yang sangat luar biasa. Kami di daerah terinspirasi untuk langsung bergerak cepat,” kata Novly.


Menurut Novly, pembahasan mengenai usulan pembangunan infrastruktur berikutnya bahkan langsung dilakukan setelah kegiatan peresmian. Para camat diminta turun ke lapangan untuk mengecek kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing, termasuk kebutuhan pembangunan jembatan dan fasilitas sumber air bersih.

Baca Juga  JG Berbaur Bersama Insan Pers Minut


Ia menegaskan, kebutuhan infrastruktur masyarakat harus menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Jajaran kecamatan juga diminta tidak lamban dalam menindaklanjuti setiap usulan warga.


“Camat yang lambat merespons usulan jembatan maupun sumber air bersih akan dikenakan sanksi tegas atas izin Bupati,” tegasnya.


Novly menilai pembangunan jembatan dan penyediaan sumber air bersih memiliki dampak besar terhadap kehidupan masyarakat, terutama warga yang menggantungkan aktivitas dan perekonomiannya pada sektor pertanian.


Sementara itu, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf I Dewa Made Darmawan Juniarta mengungkapkan bahwa pembangunan infrastruktur jembatan terus dilakukan di wilayah Minahasa Utara.
Hingga saat ini, sebanyak delapan jembatan telah rampung dibangun di Minut. Infrastruktur tersebut terdiri atas empat jembatan gantung, dua jembatan ampu, dan dua jembatan beton.

Baca Juga  Jumat Berkat di Kecamatan Kema, Petani Curhat Soal Pupuk Ke Kapolres

Dukungan terhadap pembangunan tersebut juga disampaikan jajaran legislatif Minut. Wakil Ketua DPRD Minut, Cynthia Imelda Erkles, mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga dan merawat fasilitas yang telah dibangun agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Kami sangat bersyukur dan mendukung penuh sinergi ini. DPRD berkomitmen untuk selalu mengawal dan memprioritaskan setiap program pembangunan yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Minahasa Utara,” pungkas Cynthia.

Dengan diresmikannya Jembatan Perintis Garuda, pemerintah berharap akses masyarakat semakin terbuka, aktivitas ekonomi khususnya sektor pertanian dan perkebunan semakin lancar, serta hubungan antarwilayah menjadi lebih mudah. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, TNI, DPRD dan masyarakat pun menjadi modal penting untuk melanjutkan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah Minahasa Utara.(dw/st)

(Visited 8 times, 1 visits today)

Komentar