Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Desa Awit Selatan

Sulut Times, Talaud : Seorang pria di temukan Tanpa identitas sudah tak bernyawa membuat geger warga Desa Awit Selatan, Kecamatan Beo Utara. Senin, (11/5/2020)

Kapolsek Beo, Ipda. Johan Atang saat dikonfirmasi membenarkan adanya kejadian penemuan mayat tanpa identitas ini.

“Menurut keterangan salah satu saksi, Alpris Rambli, (56) warga Kelurahan Beo, Kecamatan Beo, bahwa sekira pukul 06.00 wita (senin 11/5), dirinya bersama sejumlah rekan – rekannya sedang duduk di atas talud di Daerah Aliran Sungai desa awit. Pada saat itu juga saksi melihat korban sadang mondar mandir di mulut sungai , dan setelah itu korban berjalan mengikuti arah sungai dan kemudian menghilang, saksi tidak tau lagi korban pergi kemana,” Ungkap Kapolsek.

Baca Juga  Ini Pesan Bupati Elly Lasut kepada Seluruh Jaksa di Talaud

“Sementara itu, menurut keterangan saksi lainnya yakni Amos Aalang (43) warga Desa Awit, Kecamatan Beo utara, bahwa sekira pukul 06.00 wita pada saat dirinya hendak buang air kecil di pinggir sungai, dirinya melihat ada tangan manusia yang begerak dari dalam air, dan tampak seperti orang tenggelam.

Melihat kejadian tersebut saksi, langsung mengubungi warga dan pemerintah desa untuk melakukan pencarian di sungai Desa awit, dan sekira pukul 08.00 wita, korban di temukan oleh pemerintah desa dan warga desa awit, dalam keadaan sudah tidak bernyawa,” ungkap Kapolsek.

Atang pun menambahkan, berdasarkan informasi yang berhasil di dapatkan oleh aparat Kepolisian, bisa diduga bahwa korban memang mengidap gangguan kejiwaan.

Baca Juga  Pemda Diminta Turut Berperan dalam Pencegahan Radikalisme dan Terorisme

“Menurut Keterangan saksi, Marten Tatunoh (35) yang juga merupakan warga Desa Awit Kec. Beo Utara, Korban berdomisili di Kelurahan melonguane dan mempunyai keluarga di Kompleks Analan, Kelurahan Melonguane Timur,” Imbuh Kapolsek.

“Saksi juga menerangkan bahwa korban tersebut sering di panggil dengan sebutan “Ai”, dan korban juga diketahui sedang mengalami gangguan kejiwaan,” ujar Kapolsek.

Mendapat laporan dari pemerintah desa dan masyarakat, pihak Kepolisian Sektor Beo, bersama institusi terkait, langsung bertindak cepat menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Setelah mendapat laporan terkait hal itu, kami langsung bergerak ke TKP, untuk melakukan Olah TKP, membuat gambar sketsa kasar korban, mengamankan korban dan dibawah ke puskesmas Beo untuk dilakukan Visum Et Repertum. Selain menunggu keluarga korban, kami juga langsung berkoordinasi dengan Kapolsek Melonguane, karena diduga korban adalah warga melonguane,” Pungkas Kapolsek Beo, Ipda. Johan Atang.

(Visited 22 times, 1 visits today)

Komentar