Sulut Times , BITUNG – Kondisi Jalan Nasional yang menghubungkan Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara, tepatnya di Kelurahan Pinasungkulan, Kecamatan Ranowulu, kini menjadi sorotan tajam masyarakat. Kerusakan serius berupa penurunan badan jalan, keretakan , hingga longsor di bagian tepi jalan mengancam keselamatan pengendara yang melintas.
Meski kerusakan ini telah berlangsung selama berminggu-minggu, perbaikan permanen belum juga menyentuh akses vital tersebut. Warga mengeluhkan lambatnya penanganan mengingat jalur ini merupakan transportasi antarwilayah di Sulawesi Utara.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Satuan Kerja (Satker) Wilayah I Pelaksana Jalan Nasional (PJN) Sulawesi Utara, Ringgo Radetyo, mengonfirmasi bahwa pihaknya terus memantau pergerakan tanah di lokasi.
”Kami mencatat adanya penurunan tanah secara kontinu di ruas Jalan Girian – Likupang KM 27. Lokasi ini sebenarnya merupakan trase jalan yang sebelumnya sudah kami geser akibat bencana longsor terdahulu,” ujar Ringgo (Senin,20/04/26)
Pihak BPJN Sulut kini tengah menyiapkan langkah cepat untuk menjamin kelancaran arus lalu lintas. Fokus utama saat ini adalah memastikan jalur tetap bisa dilalui tanpa membahayakan pengguna jalan.
Ringgo menjelaskan bahwa timnya akan segera mengeksekusi skema penanganan darurat dengan mengubah rute atau lintasan jalan di titik tersebut.
”Jika kondisi jalan mengalami penurunan, kamiakan menggeser kembali trase jalan menjauhi titik longsor. Kami juga akan membuka lajur baru di sisi segmen badan jalan yang saat ini terdampak longsoran. Jalur baru ini berfungsi sebagai solusi jangka pendek agar konektivitas Bitung-Minahasa Utara tidak terputus total,”teranganya
Ringgo juga memberikan catatan penting terkait penggunaan jalur darurat . Ia menegaskan bahwa kekuatan jalan baru ini tetap memiliki batasan demi keamanan bersama.
”Jika nanti lajur baru hasil penanganan darurat ini sudah berfungsi, kendaraan dengan tonase yang sesuai kelas jalan tersebut dapat melintas. Kami meminta kerja sama pengendara agar tidak membawa muatan berlebih (overload),” tegasnya.
Langkah ini diharapkan mampu meredam kekhawatiran warga sekaligus mencegah terjadinya kecelakaan akibat struktur jalan yang terus menurun. Pihak BPJN Sulut berkomitmen mempercepat proses pengerjaan di lapangan agar aktivitas ekonomi warga kembali normal.
Popular posts:
- Diduga Melobi Pejabat Polda Sulut Berkordinasi… (16,017)
- Cewek Cantik Ini Kasih Tebakan, Jawabannya Bikin Baper (14,805)
- Tipidkor Nomor 9 Polda Sulut Periksa 2 Jam Kaban… (7,608)
- Lawan Covid-19, Maria Vania Bisa Berhubungan Intim 3… (7,556)
- Gara-gara Cukur Kelapa 8 Perangkat Desa Kali Selatan… (6,947)
- Raja Mafia Tanah Agus Elektrik Alias Abidin,… (5,883)
- KPU RI Launching Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan… (5,330)
- Judi Togel Makin Marak di Minahasa, Aparat di Minta… (4,827)
- Rio Dondokambey di mintai keterangan Polda Sulawesi Utara (4,625)
- Suka Duka Pertamina Salurkan BBM Satu Harga di… (4,207)





























Komentar