MINAHASA SULUT TIMES – Wakil Bupati Minahasa yang juga Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Sulawesi Utara, Vanda Sarundajang (Vasung), mendorong anggota Pramuka menjadi garda terdepan dalam menghadapi bencana di Minahasa.
Penegasan ini disampaikan Vasung saat membuka Pelatihan Pencegahan dan Mitigasi Bencana di Kecamatan Tompaso, yang dilanjutkan dengan Sosialisasi Penyusunan Dokumen Rencana Kontingensi (Rekon) Banjir Tahun 2025. Kegiatan dua hari (25-26 September 2025) yang diprakarsai oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Minahasa ini dipusatkan di Taman Pustaka SHS Kawangkoan.
Memperkuat Kesiapsiagaan Pramuka
Vasung menyebut pelatihan ini istimewa karena melibatkan penuh anggota Pramuka dari berbagai kwartir cabang. Menurutnya, Minahasa adalah daerah yang sangat rawan bencana, menghadapi ancaman mulai dari tanah longsor, kebakaran, banjir, hingga potensi tsunami.
“Adik-adik Pramuka telah membuktikan diri sebagai mitra strategis pemerintah, aktif sejak pandemi COVID-19 dan berbagai misi kemanusiaan lainnya. Bencana bersifat mendadak dan darurat. Pembekalan teori, simulasi, dan keterampilan lapangan harus dimiliki agar mereka siap siaga dalam penanggulangan bencana,” kata Vasung.
Ia menekankan, Pramuka adalah ujung tombak Kwarda dan Kwarcab yang harus siap bergerak cepat bersama pemerintah, masyarakat, dan stakeholder terkait saat bencana melanda.
Sekretaris BPBD Minahasa, Sandro Mogot SE MSi, menjelaskan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal BPBD untuk secara sistematis melibatkan Pramuka. “Peran Pramuka sangat penting untuk memberikan edukasi kebencanaan kepada masyarakat. Ini pertama kalinya BPBD menyelenggarakan pelatihan yang secara khusus menarget Pramuka agar menjadi agen mitigasi bencana,” jelasnya.
Selama pelatihan, peserta menerima materi intensif tentang pencegahan, mitigasi, dan penanganan bencana. Narasumber yang hadir antara lain pakar lingkungan hidup Universitas Negeri Manado (UNIMA), Dr. Mercy M. F. Rampengan, S.Pi, M.App.Sc, PhD, perwakilan Basarnas Manado, dan jajaran BPBD Minahasa.
Agen Edukasi dan Nilai Gotong Royong
Selain kesiapan tanggap darurat, Wabup Vasung mengingatkan peserta tentang pentingnya edukasi kepada masyarakat. Ia meminta anggota Pramuka menjadi contoh dan secara aktif mengingatkan warga untuk tidak membuang sampah sembarangan, sebab sampah menjadi pemicu utama banjir.
“Adik-adik harus memberi contoh. Ingat falsafah Sam Ratulangi: Sitou Timou Tumou Tou (manusia hidup untuk menghidupkan orang lain). Semangat ini yang kita pegang,” tegasnya.
Vasung mengapresiasi sinergi antara BPBD, Pramuka, dan unsur masyarakat yang dinilai akan memperkuat kesiapsiagaan di Minahasa. Ia berharap pelatihan ini melahirkan kader-kader yang bukan hanya tanggap bencana, tetapi juga mampu mengedukasi masyarakat agar lebih mandiri dalam menghadapi risiko bencana.
Di akhir kegiatan, Wabup Vasung juga menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan kelurahan dan desa untuk disalurkan kepada warga yang sebelumnya terdampak bencana di Kecamatan Sonder, Langowan, Tompaso, dan Kawangkoan.
Popular posts:
- Diduga Melobi Pejabat Polda Sulut Berkordinasi… (16,011)
- Cewek Cantik Ini Kasih Tebakan, Jawabannya Bikin Baper (14,622)
- Tipidkor Nomor 9 Polda Sulut Periksa 2 Jam Kaban… (7,604)
- Lawan Covid-19, Maria Vania Bisa Berhubungan Intim 3… (7,542)
- Gara-gara Cukur Kelapa 8 Perangkat Desa Kali Selatan… (6,935)
- Raja Mafia Tanah Agus Elektrik Alias Abidin,… (5,863)
- KPU RI Launching Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan… (5,324)
- Judi Togel Makin Marak di Minahasa, Aparat di Minta… (4,823)
- Rio Dondokambey di mintai keterangan Polda Sulawesi Utara (4,623)
- Suka Duka Pertamina Salurkan BBM Satu Harga di… (4,183)






























Komentar