Sulut Times, MANADO : Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Manado menunjukkan komitmen luar biasa dalam menjamin hak kesehatan warga binaannya. Tak hanya memberikan pengawalan ketat, petugas Lapas bahkan turun tangan langsung merawat pasien yang tidak memiliki pendamping keluarga.
Kalapas Manado, Krisman Ziliwu, membeberkan kronologi penanganan medis terhadap warga binaan berinisial Noldi saat menemui awak media di ruang kerjanya, Sabtu (18/4). Pihak Lapas bergerak sigap sejak Noldy mengeluh sakit pada awal April lalu.
”Petugas kami langsung melarikan Lordy ke RS Kandou pada 8 April sekitar pukul 09.00 WITA. Kami memprioritaskan langkah ini agar setiap warga binaan mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak,” tegas Krismas.
Kondisi Noldi yang sempat menurun memaksa tim medis merujuknya ke ruang ICU RS Wolter Mongisidi sebelum akhirnya kembali menjalani perawatan intensif di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou.
Di tengah proses pengobatan tersebut, sebuah video mengharukan viral di media sosial. Video itu merekam aksi Imanuel Noval Ransun, seorang petugas Lapas Manado, yang tengah sabar menyuapi Lordy di atas tempat tidur rumah sakit.
Noval menceritakan bahwa aksi tersebut terjadi di Ruang Flamboyan sekitar pukul 18.00 WITA. Saat itu, perawat meminta bantuannya untuk memberi makan Lordy yang kondisinya masih sangat lemah. Tanpa ragu, Noval menjalankan tugas tersebut meski di luar tupoksi pengawalan rutinnya.
”Saya merasa terpanggil karena Noldy tidak punya keluarga yang mendampingi. Kesembuhan dia sudah menjadi tanggung jawab saya,” ungkap Noval rendah hati.
Absennya keluarga dalam proses perawatan ini bukan tanpa alasan. Krisman Ziliwu menjelaskan bahwa pihaknya sudah berupaya keras menelusuri alamat keluarga Noldy sesuai data kependudukan, namun nihil hasil. Kepala lingkungan setempat mengonfirmasi bahwa keluarga Noldy sudah lama pindah.
Kondisi ini membuat Lapas Manado mengambil alih seluruh tanggung jawab, mulai dari administrasi medis hingga perawatan harian. Krisman memastikan petugasnya berjaga 24 jam penuh di rumah sakit sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).
”Meskipun tanpa pendampingan keluarga, petugas Lapas tetap setia berjaga. Kami memastikan Noldi mendapatkan perawatan medis yang optimal,” tutup Krismas.
Aksi Noval dan kesigapan jajaran Lapas Kelas IIA Manado ini menuai simpati luas dari masyarakat Sulawesi Utara, membuktikan bahwa sisi kemanusiaan tetap menjadi prioritas utama di balik tugas pengamanan negara.
Popular posts:
- Diduga Melobi Pejabat Polda Sulut Berkordinasi… (16,014)
- Cewek Cantik Ini Kasih Tebakan, Jawabannya Bikin Baper (14,673)
- Tipidkor Nomor 9 Polda Sulut Periksa 2 Jam Kaban… (7,606)
- Lawan Covid-19, Maria Vania Bisa Berhubungan Intim 3… (7,547)
- Gara-gara Cukur Kelapa 8 Perangkat Desa Kali Selatan… (6,940)
- Raja Mafia Tanah Agus Elektrik Alias Abidin,… (5,866)
- KPU RI Launching Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan… (5,328)
- Judi Togel Makin Marak di Minahasa, Aparat di Minta… (4,824)
- Rio Dondokambey di mintai keterangan Polda Sulawesi Utara (4,624)
- Suka Duka Pertamina Salurkan BBM Satu Harga di… (4,184)




























Komentar