Suluttimes.com, MINUT – Menghadapi dampak cuaca panas berkepanjangan yang memicu kekeringan serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bersama Forum Kerjasama Antar Umat Beragama (FKUB) dan Badan Kerja Sama Antar Umat Agama (BKSAUA) menggelar doa bersama.
Kegiatan tersebut berlangsung di Atrium Kantor Bupati Minahasa Utara, Senin (5/10/2026), sebagai bentuk ikhtiar dan kepedulian bersama terhadap kondisi yang tengah dihadapi masyarakat akibat fenomena El Nino.
Doa bersama dipimpin oleh Psr. Johanis Pinontoan Pr., H. Baidlowi, dan Pdt. Garieth Sigarlaki, M.Th. Ketiganya secara bergantian memanjatkan doa untuk keselamatan masyarakat serta memohon agar kondisi iklim segera membaik dan hujan dapat turun di wilayah Minahasa Utara.
Kegiatan tersebut diikuti Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Utara Ir. Novly Wowiling, M.Si., yang hadir mewakili Bupati Minut Dr. Joune Ganda, bersama para asisten dan sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
Dalam sambutannya, Novly Wowiling mengatakan, kondisi cuaca panas yang berlangsung cukup lama telah menimbulkan berbagai dampak bagi masyarakat.
Menurutnya, dampak tersebut antara lain kekeringan, kebakaran hutan dan lahan, keterbatasan air bersih, meningkatnya risiko infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), hingga kenaikan harga sejumlah bahan pokok.
“Keprihatinan dan doa bersama menjadi hal yang sangat penting dilakukan. Berbagai potensi dan upaya sudah dikerahkan untuk menghadapi El Nino ini. Terima kasih atas doa yang telah dipanjatkan. Semoga doa kita didengar dan Tuhan memberikan berkat berupa hujan bagi wilayah Minahasa Utara,” ujar Wowiling.
Ia menambahkan, momentum doa bersama tersebut diharapkan dapat menjadi sumber kekuatan bagi pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi berbagai dampak bencana yang terjadi.
Sementara itu, dampak El Nino di Minahasa Utara tidak hanya dirasakan melalui kekeringan. Sejumlah sentra pertanian masyarakat dilaporkan mengalami gagal panen. Selain itu, terjadi pula kebakaran hutan dan lahan, angin puting beliung, serta sejumlah kebakaran yang menimpa rumah dan bangunan milik warga.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Minahasa Utara, Usman, mengatakan doa bersama menjadi bagian penting di tengah kondisi bencana yang dipengaruhi fenomena alam.
“Doa bersama penting dilakukan mengingat ini merupakan fenomena alam yang tidak bisa dihindari. Sebagai orang yang bertaqwa, kita harus tetap mengandalkan Tuhan. Sementara Damkar Minut sebagai instansi teknis akan terus memberikan pelayanan dan melakukan upaya maksimal dalam menghadapi kondisi ini,” kata Usman.
Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara bersama seluruh unsur terkait pun terus mengoptimalkan langkah penanganan dan pencegahan untuk meminimalkan dampak El Nino dan karhutla terhadap masyarakat.(dw/st)

























Komentar