Suluttimes.com, MINUT — Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut) bersama Palang Merah Indonesia (PMI) Minut mengintensifkan aksi kemanusiaan melalui kegiatan donor darah di sejumlah kecamatan. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati HUT ke-81 Republik Indonesia sekaligus menjaga ketersediaan stok darah untuk memenuhi kebutuhan transfusi masyarakat.
Rangkaian donor darah ini merupakan inisiasi panitia HUT RI ke-81 Kabupaten Minut yang diketuai Asisten II Setda Minut, Roby Parengkuan. Kegiatan ditargetkan berlangsung di 10 kecamatan di Kabupaten Minahasa Utara.
Hingga Selasa (11/8/2026), kegiatan donor darah telah dilaksanakan di empat kecamatan, yakni Kalawat, Kauditan, Wori, dan Kema. Pelaksanaan di Kecamatan Kema berlangsung di Puskesmas Kecamatan Kema dan dihadiri Ketua PMI Minut Kristy Karla Arina, Kepala Dinas Kesehatan Minut Allan Mingkid, jajaran PMI, serta tim medis.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Minut, Allan Mingkid, mengatakan keterlibatan pemerintah kecamatan hingga pemerintah desa sangat penting untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut.
Menurut Allan, kebutuhan darah untuk pelayanan kesehatan tidak dapat sepenuhnya mengandalkan teknologi. Hingga saat ini, darah manusia belum dapat digantikan dengan teknologi medis sehingga ketersediaannya sangat bergantung pada kepedulian masyarakat untuk menjadi pendonor.
“Secara medis belum ada temuan teknologi yang bisa menggantikan darah manusia. Langkah satu-satunya yang bisa dilakukan adalah donor darah,” ujar Allan.
Karena itu, Dinas Kesehatan Minut telah meminta camat dan kepala desa atau kumtua di enam kecamatan yang belum melaksanakan kegiatan donor darah untuk membantu memobilisasi masyarakat.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ketersediaan stok darah di Kabupaten Minut tetap aman, baik untuk memenuhi kebutuhan transfusi pasien dalam kondisi darurat maupun kebutuhan pelayanan kesehatan rutin.
Sementara itu, Ketua PMI Minut Kristy Karla Arina mengajak masyarakat untuk menjadikan donor darah sebagai bentuk nyata kepedulian terhadap sesama. Ia menilai donor darah bukan hanya aksi kemanusiaan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari semangat kebangsaan dalam momentum peringatan kemerdekaan Indonesia.
“Darah yang kita berikan merupakan penyambung kehidupan bagi yang membutuhkan. Di momentum bulan kemerdekaan ini, mari kobarkan semangat nasionalisme melalui aksi donor darah. Kami PMI selalu siap melayani,” kata Kristy.
Pelaksanaan donor darah di Puskesmas Kema mendapat dukungan dari tim medis UPTD dan pengurus PMI Minut. Sejumlah tenaga medis turut terlibat, di antaranya dr. Harild, dr. Ichal, dr. Lukcy, dan dr. Ezra. Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekretaris PMI Minut Melky Wewengkang bersama jajaran PMI setempat.
Rangkaian donor darah ini masih akan dilanjutkan ke enam kecamatan lainnya. Pemerintah Kabupaten Minut dan PMI berharap dukungan pemerintah kecamatan, pemerintah desa, serta masyarakat dapat memperluas partisipasi pendonor.
Melalui kegiatan tersebut, selain memeriahkan HUT ke-81 RI, Pemkab Minut dan PMI ingin memastikan ketersediaan darah tetap terjaga sehingga dapat digunakan bagi masyarakat yang membutuhkan layanan transfusi.
Kegiatan donor darah ini sekaligus menjadi momentum untuk menumbuhkan kesadaran bahwa satu kantong darah dari seorang pendonor dapat menjadi bagian penting dalam menyelamatkan nyawa pasien yang membutuhkan.(dw/st)




























Komentar