Kebakaran Hutan Kaki Dian Minut Meluas, TNI-Polri dan Relawan Terus Lakukan Pemadaman

Suluttimes.com, MINUT – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan di kawasan wisata Kaki Dian, Kelurahan Airmadidi Atas, Kecamatan Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), masih terus dilakukan hingga Minggu (20/9/2026).
Kobaran api yang muncul di empat titik sekaligus terus merambat di tengah kondisi cuaca panas dan vegetasi kering akibat kemarau panjang yang dipengaruhi fenomena El Niño.

Mengantisipasi meluasnya kebakaran, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara bersama TNI, Polri, BPBD, Damkar, AWC Brimob Polda Sulawesi Utara, Dinas Kehutanan, pemerintah kelurahan, serta relawan masyarakat setempat melakukan penanganan secara terpadu.

Berdasarkan pantauan di lapangan, mobil pemadam kebakaran Pemkab Minut bersama kendaraan bantuan dari Kodim Bitung terlihat bolak-balik mengambil dan mengangkut air untuk memadamkan api.

Petugas gabungan terus berjibaku mengendalikan kobaran api yang menjalar di kawasan tersebut. Meski menghadapi medan yang berat, cuaca panas, serta kelelahan setelah bekerja sejak siang hingga malam, personel tetap melanjutkan upaya pemadaman.

Baca Juga  Kasat Binmas Polresta Manado Gelar Kegiatan Minggu Kasih di Gereja Bethel Jemaat Yehuda

Banyaknya titik api dan luasnya area terdampak menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dalam melakukan pemadaman secara menyeluruh.

Kabag Ops AKP D. Rungkat, mengatakan pihaknya mengerahkan sekitar 30 personel untuk membantu proses pemadaman di kawasan Kaki Dian.

Menurutnya, penanganan kebakaran dilakukan melalui kerja sama berbagai unsur setelah menerima informasi mengenai kejadian tersebut.

“Kolaborasi dan gotong royong, kami dari unsur Polri dan TNI serta relawan, Damkar, BPBD, Dinas Kehutanan, AWC Brimob Polda Sulut dan Pemerintah Kelurahan serta masyarakat ikut serta dalam rangka memadamkan kebakaran hutan di Kaki Dian. Kita berkolaborasi semuanya setelah menerima informasi,” ujar Rungkat.

Terkait penyebab kebakaran, Rungkat menyampaikan bahwa pihak kepolisian masih melakukan pendalaman untuk mengetahui faktor yang memicu munculnya api.

“Penyebabnya kami belum telusuri lebih mendalam karena ini mungkin iklim panas yang berkepanjangan. Kami turunkan sekitar 30 orang anggota Polres karena titik api menyebar,” jelasnya.

Baca Juga  Peduli Warga Sat Lantas Polresta Manado Bantu Warga Dorong Kendaraan Mogok di Tengah Jalan

Ia juga mengimbau masyarakat yang tidak memiliki kepentingan agar tidak memasuki lokasi kebakaran. Imbauan tersebut disampaikan demi keselamatan warga, mengingat api masih menyebar dan kondisi medan di kawasan tersebut cukup berbahaya.

Sementara itu, Kepala BPBD Minut, Theodor Lumingkewas, menegaskan bahwa Pemkab Minahasa Utara telah menetapkan status tanggap bencana menyusul kondisi kekeringan dan kebakaran hutan yang terjadi di sejumlah titik di wilayah Minut.

“Bupati Minahasa Utara Joune Ganda dan Forkopimda sudah menetapkan status tanggap bencana untuk Kabupaten Minahasa Utara sejak terjadi kekeringan dan kebakaran hutan yang terjadi di banyak titik. Itu tindak lanjut atas instruksi Bupati,” kata Lumingkewas.

Ia menjelaskan, penanganan kebakaran membutuhkan keterlibatan seluruh unsur karena luasnya wilayah terdampak serta banyaknya titik api yang harus ditangani secara bersamaan.

“Kita berkolaborasi semua unsur dari TNI, Polri, Damkar, pemerintah kecamatan, lurah, dan relawan yang sangat banyak. Ini kepentingan kita bersama sehingga tidak mungkin bekerja sendiri,” tegasnya.

Baca Juga  Bupati Minsel Jalan Sehat bersama Kajati Sulut di Amurang

Lumingkewas mengakui, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, di antaranya medan yang sulit dijangkau, luas area kebakaran, serta cuaca panas yang mempercepat perambatan api.

“Kendalanya medan yang cukup berat, luasan yang cukup besar, cuaca yang panas sehingga perambatan api lebih cepat. Area terbakar besar, personel sedikit walaupun banyak tapi titik api banyak, cukup melelahkan. Teman-teman Damkar dari kemarin sampai tadi pagi masih melakukan pemadaman dan hari ini lanjut lagi,” tutupnya.

Pemerintah dan petugas gabungan juga mengajak masyarakat untuk tetap waspada serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama di tengah kondisi cuaca kering dan panas.

Hingga berita ini diterbitkan, Kabag Ops dan anggota Polres Minut lainnya masih berada di lokasi kebakaran bersama Kalaksa dan jajaran BPBD Minut.(dw/st)

(Visited 2 times, 2 visits today)

Komentar