Suluttimes.com, MANADO – Benar-benar luar biasa, sejumlah anak-anak yang tergolong masih bau kencur mampu beratraksi memanjat dinding atau yang sering kita dengar dengan istilah “Wall Climbing”.
Olah raga yang satu ini bisa dibilang UJI NYALI, karena harus menapaki dinding buatan hingga sampai di puncak, dengan ketinggian diperkirakan capai belasan meter.
Salah satunya mampu dilakukan Beby Lyana Mirel Kaunang, murid kelas III SD GMIM 50 Paniki Bawah, Kecamatan Mapanget, Kota Manado.
Kendati menggunakan tali pengaman yang terikat di pinggang guna menghindari pemanjat terjatuh, namun nyali siswi berusia 8 tahun ini patut diancungkan jempol.
Betapa tidak, Mirel kecil mampu membuat ratusan pasang mata berdetak kagum saat berinteraksi dengan cepat menaiki papan Wall Climbing, cerita Mirel saat ambil bagian panjat dinding memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-79 di Kawasan Goodbless, Boulevard Manado, Sabtu (17/08/24).
Mirel begitu sapaan akrab adik Gabby Kaunang ini mengaku sempat gugup ketika diikatkan tali pengaman sebelum memanjat, dirinya kuatir tidak akan berhasil mencapai puncak.
Namun semua berubah manakala kaki dan tangan kecilnya mulai menginjak dan memegang setiap batu pijakan buatan untuk mengangkat tubuhnya keatas, lebih keatas … hingga sampai di puncak dinding.
Mirel akhirnya bisa tersenyum puas berada titik puncak dinding, kemudian meluncur turun dengan tertawa lepas.
“Ternyata kote gampang, kita so nda tako (ternyata mudah, saya tidak takut),” celoteh Mirel dengan dialek Manado.
“Kita memang sering latihan, bersama beberapa teman sekolah,” sambung puteri kedua pasangan Stenly Kaunang dan Luna Mamesah.
Olah raga yang satu ini memang sudah mulai diperkenalkan di seluruh Sekolah, SD, SMP maupun SMA di kota Manado.
Hanya saja olah raga uji nyali ini butuh keberanian hingga belum sepenuhnya diminati, tidak seviral bidang olah raga lainnya.
Wall Climbing sudah dianggap olah raga, jika dilakukan secara benar dan teratur dapat meningkatkan kelenturan dan kelincahan tubuh serta memperkuat otot tubuh.
Si kecil Mirel contohnya, nampak gesit dan lincah ketika bermain bersama teman-teman sebayanya di lokasi tempat tinggalnya Perum De’Premium, wilayah Jaga VIII Desa Matungkas, Kecamatan Dimembe, Kab Minahasa Utara (Minut).
Selain itu, panjat tebing juga memiliki beragam manfaat antara lain membangun rasa percaya diri.
Tak heran, seorang pemanjat dinding perlu berkonsentrasi untuk tetap mengatur napas dengan benar sekaligus menjaga kestabilan tubuh agar dapat mempertahankan posisinya. (dw/st)

























Komentar