Suluttimes.com, MINUT – Sebanyak 52 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) resmi dilantik dan diambil sumpah/janji jabatan, Kamis (1/10/2026).
Prosesi pelantikan berlangsung dengan dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) Minahasa Utara, Ir. Novly Wowiling, M.Si. Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten I, Asisten II, Asisten III serta sejumlah kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkab Minut.
Dari total 52 ASN yang menerima amanah jabatan, sebanyak tujuh orang merupakan pejabat struktural, terdiri dari empat pejabat Eselon III dan tiga pejabat Eselon IV. Selain itu, terdapat satu Kepala Puskesmas dan 44 pejabat fungsional.
Dalam arahannya, Novly mengatakan bahwa jabatan yang diberikan kepada para ASN merupakan bentuk kepercayaan pimpinan yang diperoleh melalui proses dan mekanisme sesuai ketentuan yang berlaku.
Ia juga mengingatkan para pejabat yang baru dilantik untuk membuktikan kepercayaan tersebut melalui peningkatan kinerja serta komitmen dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Menurut Novly, Pemkab Minut telah beberapa kali melaksanakan pelantikan pejabat dalam beberapa waktu terakhir. Pelantikan kali ini, kata dia, kurang lebih merupakan agenda yang sudah memasuki pelaksanaan ketujuh.
Novly turut menyinggung penerapan manajemen talenta ASN di lingkungan Pemkab Minut. Ia menyebut sistem tersebut mulai memberikan perubahan dalam proses pengisian jabatan karena mempertimbangkan kapasitas dan kinerja ASN.
“Minggu kemarin kita mendapat kunjungan dari BKN dan Minut menerima penghargaan yang diserahkan langsung secara khusus oleh Kepala BKN. Ketika kita menerapkan manajemen talenta ASN yang ujungnya bermuara pada pelantikan, hiruk pikuk atau desas-desus negatif terhadap pelantikan itu kini berkurang,” ujar Novly.
Ia menjelaskan, penerapan manajemen talenta membuat kinerja dan kapasitas ASN menjadi bagian dari pertimbangan dalam pengembangan karier. Karena itu, ia meminta seluruh ASN tidak khawatir terhadap proses tersebut dan tetap fokus melaksanakan tugas dengan baik.
“Jangan berpikir kerja di Puskesmas atau di Kecamatan, kinerjanya tidak sampai ke Sekda. Hari-hari kita berinteraksi dengan semua teman-teman ASN. Tidak perlu ada rasa khawatir, kita fokus saja pada kerja dan pasti berbuah manis bagi karier ASN,” katanya.
Novly kemudian meminta para pejabat yang baru dilantik untuk mendukung visi dan misi Bupati Minahasa Utara Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si., bersama Wakil Bupati Kevin William Lotulung, S.H., M.H.
Ia menekankan bahwa keberhasilan pemerintah dalam menjalankan program tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan, tetapi juga dari sejauh mana masyarakat merasakan manfaat pelayanan yang diberikan.
“Indikator pelayanan publik salah satunya adalah kepuasan masyarakat,” tegasnya.
Untuk itu, setiap perangkat daerah diminta lebih terbuka dalam menyampaikan berbagai program dan kegiatan kepada publik. Publikasi dinilai penting agar masyarakat mengetahui program pemerintah sekaligus memahami pelayanan yang tersedia.
Perhatian khusus disampaikan Novly terhadap sektor kesehatan. Ia meminta fasilitas pelayanan kesehatan meningkatkan kecepatan pelayanan serta mengembangkan inovasi yang dapat memudahkan masyarakat.
Ia bahkan mendorong Puskesmas untuk menerapkan pola pelayanan yang lebih aktif dengan mendatangi masyarakat apabila memungkinkan.
“Kalau boleh ada inovasi pelayanan ‘mobile’ di Puskesmas, harus jemput bola, jangan hanya menunggu. Kalau boleh dipercepat, kenapa mesti diperlambat? Ini yang saya tekankan untuk pelayanan publik, begitu juga di sektor kesehatan,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Novly juga memberikan penekanan terkait penanganan pasien dalam kondisi darurat. Ia meminta persoalan administrasi, termasuk kepesertaan BPJS, tidak menjadi alasan untuk menunda pertolongan medis.
“Saya sudah bilang ke direktur, jangan mengutamakan BPJS dulu, tapi utamakan dulu pelayanan. Kita harus dahulukan nyawa orang, baru kemudian BPJS,” tegasnya.
Menurutnya, keselamatan pasien dan kecepatan penanganan harus menjadi prioritas ketika masyarakat membutuhkan pertolongan dalam kondisi darurat. Sementara persoalan administrasi dapat diselesaikan sesuai prosedur setelah penanganan awal diberikan.
Menutup arahannya, Novly meminta 52 ASN yang baru dilantik menjalankan amanah dengan profesional, meningkatkan kinerja serta menghadirkan pelayanan pemerintahan yang cepat, responsif dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Pelantikan tersebut diharapkan menjadi momentum bagi para pejabat baru untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan pemerintahan sekaligus mendukung terwujudnya pelayanan publik yang semakin dekat dengan masyarakat Minahasa Utara.(dw/st)
























Komentar