Suluttimes.com, MINUT – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa Utara memperingati Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 Tahun 2026 melalui upacara yang digelar di Halaman Kantor Bupati Minahasa Utara, Sulawesi Utara, Rabu (14/9/2026).
Upacara peringatan HAORNAS yang mengusung tema “Menuju Masyarakat Aktif dan Bugar” tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si.
Dalam kesempatan itu, Bupati Joune Ganda membacakan amanat Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI yang menekankan bahwa olahraga memiliki peran strategis dalam membangun kualitas sumber daya manusia sekaligus meningkatkan kesehatan dan produktivitas masyarakat.
Menurut Joune Ganda, olahraga tidak boleh hanya dipandang sebagai aktivitas untuk meraih prestasi atau sekadar kegiatan yang dilakukan pada momentum tertentu. Olahraga harus menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
“Olahraga tidak hanya membentuk karakter yang disiplin, tangguh, sportif, dan berdaya juang, tetapi juga bagian dari investasi kesehatan agar masyarakat lebih bugar, produktif, dan berkualitas,” ujar Joune Ganda saat menyampaikan amanat Menpora.
Dalam amanat tersebut, terdapat sejumlah poin penting yang menjadi perhatian pemerintah daerah dalam membangun budaya olahraga di tengah masyarakat.
Salah satunya adalah posisi olahraga sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia (SDM). Pemerintah daerah memiliki peran penting untuk menggerakkan masyarakat agar semakin aktif berolahraga dan menjaga kebugaran.
Joune Ganda menjelaskan, upaya membangun masyarakat yang sehat tidak cukup dilakukan melalui pembangunan fasilitas kesehatan. Masyarakat juga perlu didorong untuk menerapkan pola hidup aktif dan menjadikan olahraga sebagai kebiasaan.
Karena itu, pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang mendukung masyarakat untuk bergerak dan berolahraga secara rutin.
“Pemerintah daerah wajib menjadi motor penggerak masyarakat agar lebih aktif dan bugar,” demikian penekanan dalam amanat Menpora yang dibacakan Bupati Joune Ganda.
Joune Ganda juga menekankan pentingnya menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas masyarakat.
Budaya olahraga, kata dia, tidak hanya dibangun melalui penyelenggaraan kompetisi atau event olahraga. Aktivitas fisik harus hadir di berbagai lingkungan kehidupan, mulai dari sekolah, tempat kerja, desa dan kelurahan, ruang publik, hingga keluarga.
Dengan demikian, olahraga tidak lagi dipandang sebagai aktivitas yang hanya dilakukan oleh atlet maupun mereka yang memiliki minat khusus terhadap olahraga.
Hal lain yang menjadi penekanan dalam peringatan HAORNAS ke-43 adalah pentingnya mengubah cara pandang terhadap keberhasilan pembangunan olahraga.
Menurut amanat Menpora yang dibacakan Joune Ganda, keberhasilan olahraga tidak cukup diukur dari seberapa banyak event atau kompetisi yang diselenggarakan.
Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana olahraga mampu mendorong perubahan perilaku masyarakat, terutama dalam menerapkan gaya hidup aktif, sehat dan bugar.
Artinya, kegiatan olahraga diharapkan memberikan dampak jangka panjang terhadap kualitas kehidupan masyarakat, bukan hanya menghasilkan aktivitas seremonial.
Setiap warga negara harus memiliki kesempatan yang sama untuk mendapatkan ruang dan fasilitas untuk berolahraga, tanpa membedakan usia, jenis kelamin, kondisi sosial maupun tempat tinggal.
“Peluang untuk bergerak dan berolahraga harus dimiliki oleh semua—anak-anak, pemuda, perempuan, lansia, masyarakat desa dan kota, hingga penyandang disabilitas,” tegasnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa pembangunan budaya olahraga harus menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk kelompok yang selama ini mungkin memiliki keterbatasan akses terhadap fasilitas maupun aktivitas olahraga.
Menutup amanatnya, Menpora mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun budaya olahraga di Indonesia.
Kolaborasi tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan dunia pendidikan, dunia usaha, komunitas olahraga, keluarga serta masyarakat secara luas.
Bupati Joune Ganda pun mengajak momentum HAORNAS 2026 tidak berhenti pada pelaksanaan upacara, tetapi dilanjutkan dengan gerakan nyata untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam aktivitas olahraga.
“Marilah kita jadikan momentum HAORNAS 2026 ini sebagai titik balik menuju masyarakat Indonesia yang lebih aktif dan bugar,” ujar Joune Ganda.
Peringatan HAORNAS ke-43 di Kabupaten Minahasa Utara diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat kesadaran masyarakat bahwa olahraga merupakan bagian penting dari kehidupan, sekaligus investasi jangka panjang dalam menciptakan masyarakat yang sehat, produktif, tangguh dan berkualitas.(dw/st)



























Komentar