Sulut Times, KOTAMOBAGU – Di tengah duka mendalam usai insiden drag race di Kotamobagu pada Minggu (9/8) lalu, keluarga para korban memilih melangkah maju dengan keikhlasan. Menganggap peristiwa tersebut sebagai suratan takdir, para suami korban pasrah sekaligus meminta tegas pihak-pihak luar agar tidak memanfaatkan musibah ini untuk memprovokasi keadaan.
Murdani Pobela, suami almarhumah Risna Longkun, menegaskan bahwa keluarganya telah merelakan kepergian sang istri sepenuh hati. Sambil merangkul putri tercintanya, ia menyampaikan rasa terima kasih mendalam (sukur mo’anto) atas perhatian penuh yang terus mengalir dari pemerintah daerah dan pihak panitia penyelenggara.
“Saya atas nama pribadi mengucapkan sukur mo’anto kepada para panitia. Alhamdulillah, sampai hari ini mereka tidak pernah absen datang menguatkan keluarga kami,” ungkap Murdani, Senin (17/8/2026) lalu
Murdani menilai kehadiran Ketua Panitia Lucky Sugeha, Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib, Bupati Bolaang Mongondow, hingga perwakilan keluarga Gubernur Sulawesi Utara memberikan dorongan moral yang sangat berarti bagi pemulihan duka mereka.
“Walaupun musibah ini sangat berat bagi saya dan anak saya, saya pribadi telah melepaskan dan mengikhlaskan kepergian almarhumah. Ini sudah menjadi takdir Beliau,” tutur Murdani.
Guna menjaga ketenangan suasana, Murdani mengingatkan semua pihak yang tidak kepentingan untuk menghentikan segala bentuk provokasi.
“Saya ingatkan pihak-pihak lain, jangan lagi memprovokasi masalah ini. Jangan menggali kembali luka dan rasa sakit kami. Pihak yang tidak berkepentingan tidak usah ikut memperkeruh,” tegasnya.
Nada serupa datang dari Rusdianto Mokoginta, suami almarhumah Harianti Mokoginta. Saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Upai, Selasa (18/8/2026), Rusdianto memilih fokus membesarkan kedua buah hatinya, Kelvin dan Mondy.
“Kami sudah ikhlas menerima semua ini. Apa yang terjadi murni kehendak Allah SWT,” ucap Rusdianto.
Sementara itu, berita baik datang dari Manuel Mokoginta. Kondisi istrinya, Rina Longkun, yang sempat menjalani perawatan akibat luka-luka di RSUP Prof. Dr. R.D. Kandou Manado, kini menunjukkan perkembangan positif dan sudah bisa berkomunikasi lewat telepon.
Seluruh keluarga besar korban mengapresiasi tinggi kepedulian jajaran pemerintah dan panitia acara. Mereka berharap masyarakat luas dapat ikut menjaga kondusivitas serta saling mendoakan agar kehidupan warga Kotamobagu kembali berjalan harmonis.
Popular posts:
- Diduga Melobi Pejabat Polda Sulut Berkordinasi… (16,042)
- Cewek Cantik Ini Kasih Tebakan, Jawabannya Bikin Baper (14,914)
- Tipidkor Nomor 9 Polda Sulut Periksa 2 Jam Kaban… (7,625)
- Lawan Covid-19, Maria Vania Bisa Berhubungan Intim 3… (7,573)
- Gara-gara Cukur Kelapa 8 Perangkat Desa Kali Selatan… (6,956)
- Raja Mafia Tanah Agus Elektrik Alias Abidin,… (5,904)
- KPU RI Launching Tahapan dan Jadwal Penyelenggaraan… (5,336)
- Judi Togel Makin Marak di Minahasa, Aparat di Minta… (4,828)
- Rio Dondokambey di mintai keterangan Polda Sulawesi Utara (4,631)
- Suka Duka Pertamina Salurkan BBM Satu Harga di… (4,227)































Komentar