Suluttimes.com, MINUT – Kesiapan masyarakat dan pengelolaan potensi lokal menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Pemkab Minut) dalam menghadapi pesatnya perkembangan industri pariwisata. Sebanyak 52 desa wisata didorong untuk berkembang menjadi destinasi unggulan yang mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat.
Komitmen tersebut diperkuat melalui Focus Group Discussion (FGD) Pengembangan Desa Wisata di Kabupaten Minahasa Utara yang digelar Dinas Pariwisata, Selasa (3/11).
Kegiatan ini dibuka Sekretaris Daerah (Sekda) Minut, Ir. Novly Wowiling, M.Si., mewakili Bupati Dr. Joune J.E. Ganda, S.E., M.A.P., M.M., M.Si.
Dalam sambutannya, Novly menegaskan bahwa pengembangan pariwisata berbasis desa merupakan salah satu strategi Bupati Joune Ganda untuk mengoptimalkan kekayaan alam, budaya, serta potensi unggulan yang tersebar di wilayah Minahasa Utara.
Menurutnya, desa harus menjadi bagian penting dalam pembangunan sektor pariwisata, bukan sekadar menjadi lokasi destinasi, tetapi juga mampu menghadirkan peluang usaha dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat.
“Bupati ingin menjadikan Minahasa Utara sebagai daya tarik utama wisatawan. Salah satu upayanya adalah membangun pariwisata dari desa melalui konsep desa wisata. Karena itu, melalui forum ini seluruh stakeholder dibekali agar pengembangan wisata berbasis desa benar-benar berjalan di wilayah yang memiliki potensi alam maupun budaya,” ujar Novly.
Ia menyebutkan, Minahasa Utara telah memiliki sejumlah contoh pengelolaan destinasi yang dapat dijadikan rujukan, di antaranya Desa Wisata Budo, Desa Darunu, serta destinasi alam Air Terjun Tunan.
Keberhasilan tersebut diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi sekitar 52 desa wisata lainnya agar mampu mengembangkan keunggulan masing-masing dan menciptakan daya tarik baru bagi wisatawan.
“Kita sudah memiliki praktik baik seperti Desa Budo, Darunu, maupun Air Terjun Tunan. Desa-desa wisata lainnya di Minahasa Utara diharapkan dapat belajar dan mengembangkan potensi yang dimiliki sehingga ke depan menjadi kekuatan utama pariwisata daerah,” tambahnya.
Lebih lanjut, Novly mengatakan pengembangan desa wisata semakin penting seiring meningkatnya investasi di sektor perhotelan dan akomodasi berkelas internasional di Minahasa Utara.
Ia mengungkapkan, pada Desember mendatang dijadwalkan akan ada hotel bintang lima yang diresmikan. Selain itu, pekan lalu Bupati Joune Ganda telah melakukan peletakan batu pertama pembangunan hotel bintang lima di kawasan Desa Wisata Budo. Investasi berskala internasional lainnya juga tengah menyusul.
Menurutnya, perkembangan tersebut harus diimbangi dengan kesiapan destinasi, pelestarian budaya, penataan lingkungan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) lokal.
Pemkab Minut tidak ingin masyarakat hanya menjadi penonton di tengah pertumbuhan industri pariwisata, tetapi harus memiliki kemampuan dan kesempatan untuk terlibat langsung sebagai pelaku usaha maupun tenaga kerja di sektor tersebut.
“Ini harus diantisipasi dari sekarang. Kita perlu memperkuat tradisi budaya, menata keindahan alam agar memiliki daya tarik jual, serta mempersiapkan SDM lokal. Jangan sampai warga kita hanya menjadi penonton. Mereka harus siap menjadi pelaku utama ketika industri pariwisata Minahasa Utara berkembang di tingkat internasional,” tegas Novly.
Melalui FGD tersebut, Pemkab Minut berharap terbangun kesamaan visi dan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan desa wisata yang berdaya saing, berkelanjutan, serta mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.(dw/st)


























Komentar