SIFORSA MINUT Diluncurkan, Olfy Kalengkongan Dorong Gerakan Pilah Sampah dari Rumah


Suluttimes.com, MINUT – Pengurangan volume sampah di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) kini diarahkan melalui perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola limbah rumah tangga. Melalui inovasi SIFORSA MINUT yang digagas Dinas Lingkungan Hidup (DLH), pemerintah daerah mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya sebagai langkah awal membangun sistem pengelolaan lingkungan yang lebih efektif dan berkelanjutan.

Inovasi tersebut resmi diluncurkan oleh Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune James Esau Ganda, bersama tujuh inovasi daerah lainnya dalam kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), yang berlangsung di Atrium Kantor Bupati Minut, Senin (2/11/2026).

SIFORSA MINUT merupakan terobosan DLH Minut di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Olfy Kalengkongan. Program ini menitikberatkan pada keterlibatan masyarakat untuk membangun budaya memilah sampah sebelum dibuang, baik di lingkungan rumah tangga, perkantoran, tempat usaha maupun fasilitas umum.

Baca Juga  Kompolnas Apresiasi Polri Cegah Potensi Serangan Teror saat Libur Nataru 2024

Melalui pendekatan tersebut, sampah dipisahkan berdasarkan jenis dan karakteristiknya sehingga material yang masih memiliki nilai guna dapat dimanfaatkan kembali, sementara sampah yang tidak dapat didaur ulang ditangani sesuai kebutuhan pengolahan.

Langkah ini dinilai penting untuk menekan jumlah sampah yang harus diangkut ke tempat pemrosesan akhir (TPA), sekaligus membuka peluang pemanfaatan sampah yang memiliki nilai ekonomi.

Kepala DLH Minut, Olfy Kalengkongan, melalui inovasi SIFORSA MINUT mendorong perubahan pola pikir bahwa persoalan sampah tidak semata-mata menjadi tanggung jawab pemerintah maupun petugas kebersihan. Dibutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat agar pemilahan dan pengelolaan sampah dapat berjalan secara konsisten.

Kebiasaan sederhana memilah sampah dari rumah diharapkan berkembang menjadi gerakan bersama. Jika dilakukan secara luas, langkah tersebut dapat membantu mengurangi beban pengelolaan persampahan sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan sehat.

Baca Juga  PAJAK ATAS USAHA EKONOMI DIGITAL TERKINI

Dalam kesempatan peluncuran delapan inovasi daerah tersebut, Bupati Joune Ganda mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tidak berhenti pada peluncuran program, tetapi memastikan setiap inovasi benar-benar dijalankan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Setiap inovasi yang dilahirkan perangkat daerah harus benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat nyata. Inovasi tidak boleh hanya menjadi persyaratan dalam mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan, tetapi harus menjadi program berkelanjutan yang berdampak bagi masyarakat,” tegas Bupati Joune.

Ia juga mendorong seluruh perangkat daerah terus melahirkan terobosan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perkembangan zaman. Dengan demikian, inovasi yang dikembangkan dapat memperkuat pelayanan publik serta menjadi solusi terhadap berbagai persoalan pembangunan daerah.

Baca Juga  Semangat"Chrity For Indonesia,"Kapolda Sulut dan Bhayangkari Ramaikan Kemala Run Bali 2026.

SIFORSA MINUT menjadi salah satu bentuk kontribusi DLH dalam mendukung kebijakan pembangunan daerah yang berorientasi pada kelestarian lingkungan. Melalui penerapan pemilahan sampah dari sumbernya, Pemkab Minut berupaya membangun sistem persampahan yang tidak hanya berfokus pada pengangkutan dan pembuangan, tetapi juga pengurangan serta pemanfaatan kembali sampah.

Pada akhirnya, keberhasilan inovasi ini sangat bergantung pada perubahan perilaku dan kesadaran masyarakat. Sebab, upaya menciptakan lingkungan bersih tidak cukup hanya dilakukan di TPA, tetapi harus dimulai dari setiap rumah dan lingkungan tempat masyarakat beraktivitas.(dw/st)
 

(Visited 2 times, 2 visits today)

Posting Terkait

Baca Juga

Komentar