Suluttimes.com, MINUT – Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara mulai memperkuat arah pembangunan pariwisata dengan menempatkan desa sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru. Melalui inovasi DEWI MINUT MEMIKAT (Desa Wisata Minahasa Utara Mandiri, Terintegrasi dan Memikat), setiap desa didorong mampu mengelola keunggulan lokalnya menjadi produk wisata yang bernilai ekonomi dan berdaya saing.
Inovasi yang digagas Dinas Pariwisata (Dispar) Minahasa Utara tersebut resmi diluncurkan Bupati Minahasa Utara, Dr. Joune James Esau Ganda, Senin (2/11/2026), dalam kegiatan Sosialisasi Pengembangan Kompetensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) yang berlangsung di Atrium Kantor Bupati Minut.
Program di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Pariwisata Jein Barantian, S.E., M.Si., ini merupakan satu dari delapan inovasi daerah yang diperkenalkan dalam kegiatan tersebut.
DEWI MINUT MEMIKAT dirancang untuk membuka peluang pengembangan destinasi wisata secara lebih merata, tidak hanya terpusat pada lokasi yang selama ini sudah dikenal wisatawan. Desa-desa yang memiliki potensi alam, budaya, tradisi, kuliner hingga kerajinan lokal didorong untuk mengembangkan keunggulan masing-masing menjadi daya tarik wisata.
Ada empat aspek utama yang menjadi sasaran inovasi ini, yakni penguatan kelembagaan desa wisata, pengembangan produk wisata, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pemanfaatan teknologi digital untuk pengelolaan dan promosi destinasi.
Melalui penguatan kelembagaan, masyarakat diharapkan memiliki kemampuan mengelola destinasi secara terorganisasi dan profesional. Sementara pengembangan produk wisata diarahkan untuk menciptakan daya tarik khas setiap desa agar memiliki nilai jual dan mampu memberikan pengalaman berbeda kepada pengunjung.
Aspek peningkatan SDM juga menjadi perhatian, terutama bagi pengelola destinasi, kelompok sadar wisata dan pelaku usaha pariwisata. Mereka didorong meningkatkan keterampilan dalam pelayanan, pengelolaan destinasi serta pengembangan usaha berbasis pariwisata.
Di sisi lain, pemanfaatan teknologi digital akan memperluas jangkauan promosi sehingga potensi wisata desa di Minahasa Utara dapat dikenal masyarakat luas, termasuk wisatawan dari luar daerah maupun mancanegara.
Kepala Dinas Pariwisata Minut, Jein Barantian, melalui inovasi ini mengarahkan pengembangan pariwisata agar setiap desa memiliki kesempatan untuk tumbuh berdasarkan karakteristik dan potensi unggulannya. Dengan demikian, desa wisata tidak hanya berdiri sendiri, tetapi dapat saling terhubung dalam satu jaringan destinasi pariwisata daerah.
Pengembangan tersebut sekaligus membuka ruang kolaborasi antara pemerintah kabupaten, pemerintah desa, masyarakat dan pelaku usaha. Keterlibatan berbagai pihak menjadi penting agar aktivitas pariwisata mampu menciptakan peluang usaha, lapangan pekerjaan serta meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dalam kesempatan peluncuran delapan inovasi daerah tersebut, Bupati Joune Ganda mengingatkan agar inovasi yang lahir dari proses pengembangan kompetensi ASN tidak sekadar menjadi dokumen atau persyaratan mengikuti pendidikan dan pelatihan kepemimpinan.
Menurutnya, setiap inovasi harus diwujudkan dalam pelaksanaan program yang berkelanjutan serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan kemajuan daerah.
“Saya berharap inovasi yang dihasilkan ini bukan hanya sekadar memenuhi persyaratan sebagai peserta PKN. Inovasi ini harus menjadi sebuah legacy, harus dilaksanakan dan terus dikembangkan. Karena itu, perlu dilakukan evaluasi terhadap seluruh program inovasi yang sudah ada, termasuk inovasi dari peserta sebelumnya,” tegas Joune.
Pesan Bupati tersebut menjadi penekanan bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak cukup diukur dari peluncurannya, tetapi dari konsistensi pelaksanaan dan dampak yang dihasilkan.
Hal ini juga menjadi tantangan bagi Dispar Minut untuk menerjemahkan DEWI MINUT MEMIKAT ke dalam langkah kerja yang konkret, terukur dan berkesinambungan.
Apalagi, Minahasa Utara memiliki kekayaan potensi wisata yang beragam, mulai dari wisata bahari, kawasan pesisir, wisata alam, hingga budaya dan tradisi masyarakat. Potensi tersebut dinilai dapat menjadi kekuatan ekonomi apabila dikelola dengan baik dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.
Melalui DEWI MINUT MEMIKAT, Pemkab Minut menargetkan tumbuhnya desa-desa wisata dengan identitas yang kuat, produk unggulan, tata kelola yang baik serta kemampuan memanfaatkan teknologi untuk promosi.
Inovasi ini sekaligus menjadi bagian dari upaya menjadikan pariwisata sebagai sektor strategis dalam pembangunan ekonomi daerah. Tidak hanya mengejar peningkatan kunjungan wisatawan, tetapi juga memastikan manfaat pariwisata dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di tingkat desa.
Dengan pengembangan yang terintegrasi dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat, desa wisata di Minahasa Utara diharapkan mampu menjadi destinasi yang mandiri, memiliki daya saing serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi lokal.(dw/st)


























Komentar